Minggu, 31 Agustus 2025

Perayaan 'Sederhana' 73 Tahun Korut: Minus Rudal Antarbenua dan Tak Ada Pidato Pemimpin Tertinggi

Kim Jong Un hadir dalam parade militer perayaan 73 tahun Korea Utara Kamis (9/9/2021), di mana para tentara berjalan berbaris menggunakan APD lengkap.

STR / KCNA VIA KNS / AFP
Kim Jong Un dalam parade militer perayaan 73 tahun berdirinya Korea Utara. Kim Jong Un hadir dalam parade militer perayaan 73 tahun Korea Utara Kamis (9/9/2021), di mana para tentara berjalan berbaris menggunakan APD lengkap. 

Korea Utara sering merayakan hari jadi negara dengan menampilkan ribuan pasukan berbaris dan perangkat militer.

Parade sebelumnya tidak ditayangkan secara langsung, tetapi siaran yang direkam biasanya ditampilkan di TV pemerintah setelah acara.

Sementara itu, saat ini, Korea Utara dilaporkan menderita kekurangan pangan dan krisis ekonomi yang semakin dalam akibat pandemi COVID-19.

Awal bulan ini, seorang juru bicara dari UNICEF mengatakan Korea Utara menolak sekitar tiga juta dosis vaksin virus corona Sinovac China.

Korea Utara menyebut vaksin itu sebaiknya dikirim ke negara lain yang terkena dampak lebih parah akibat virus corona.

UNICEF saat ini bertugas mengoordinasikan pengiriman vaksin di bawah program COVAX yang dipantau PBB.

COVAX memastikan negara-negara miskin tidak tertinggal dalam memvaksinasi warganya.

"Kementerian Kesehatan Masyarakat (MOPH) DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) telah mengomunikasikan bahwa 2,97 juta dosis yang ditawarkan kepada DPR Korea oleh COVAX dapat dialihkan ke negara-negara yang terkena dampak parah mengingat pasokan global vaksin COVID-19 yang terbatas dan lonjakan berulang di beberapa negara," kata juru bicara UNICEF kepada VOA dalam sebuah email.

Baca juga: Vaksin Sinovac Tak Laku di Jepang dan Korsel, Calon TKI Disuntik Astrazeneca

Baca juga: Korea Utara Menolak Tawaran Vaksin Sinovac Buatan China, Khawatir Kurang Efektif

Gambar ini diambil pada 8 April 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 April 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato penutup di Konferensi Keenam Sekretaris Sel dari Partai Pekerja Korea di Pyongyang.
Gambar ini diambil pada 8 April 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 April 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato penutup di Konferensi Keenam Sekretaris Sel dari Partai Pekerja Korea di Pyongyang. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

Juru bicara itu menambahkan, MOPH akan terus berkomunikasi dengan fasilitas COVAX untuk menerima vaksin COVID-19 lain dalam beberapa bulan mendatang.

Awal tahun ini, program COVAX telah merencanakan mengirim hampir 2 juta dosis vaksin AstraZeneca ke Korea Utara.

Namun, batch itu ditolak pada bulan Juli karena kekhawatiran adanya kasus pembekuan darah, lapor Reuters.

Negara yang tertutup itu juga skeptis terhadap kemanjuran vaksin buatan China, kata Institut Strategi Keamanan Nasional (INSS) kepada Yonhap News.

Lembaga Korea Selatan mengatakan, Korea Utara lebih memilih vaksin Sputnik V Rusia, tetapi ingin vaksin itu diberikan secara gratis.

Korea Utara sejauh ini melaporkan nol kasus COVID-19, tetapi para ahli menyatakan keraguan mereka.

Pada bulan Juni, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengecam pejabat Korea Utara karena "tidak bertanggung jawab dan ketidakmampuan kronis" mereka dalam menangani pandemi, yang diindikasikan bahwa virus itu mungkin telah mencapai Korea Utara.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Berita lainnya dari Korea Utara

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan