Breaking News:

Mahasiswi Jepang Akui Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkannya di Toilet Bandara Haneda

Koyuri Kitai (23) mengakui jasad bayinya ditinggalkan di taman di daerah Hamamatsucho Tokyo setelah membunuh bayi sesaat setelah melahirkannya.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Taman Itali dekat Stasiun Hamamatsucho Tokyo dan insert wajah tersangka Sayuri Kitai (23). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sayuri Kitai (23), seorang mahasiswi mengakui telah membunuh bayi yang baru dilahirkannya di dalam toilet Bandara Haneda Tokyo.

"Tidak diragukan lagi, benar saya melakukannya," papar Sayuri Kitai pada persidangan perdana di Pengadilan Tokyo, Senin (13/9/2021).

Koyuri Kitai (23) mengakui jasad bayinya ditinggalkan di taman di daerah Hamamatsucho Tokyo setelah membunuh bayi sesaat setelah melahirkannya.

"Tidak ada orang lain tempat minta nasihat saat itu. Jadi bayi langsung saya bunuh setelah melahirkan di dalam toilet Bandara Haneda," tambahnya.

Sayuri Kitai adalah seorang mahasiswa saat itu pada bulan November 2020.

Baca juga: Calon Presiden LDP Sanae Takaichi Ingin Lawan Pengganggu Kepulauan Senkaku Jepang Pakai Senjata

Dia mengakui menjejali mulut bayi perempuan di toilet serbaguna di Bandara Haneda dengan kertas toilet, lalu mencekiknya dan membunuhnya.

Bayi yang baru lahir dibuang di "Taman Italia" di wilayah Minato Tokyo dekat Stasiun JR Hamamatsucho.

Di pengadilan, Sayuri Kitai dituduh membunuh dan meninggalkan mayat karena mengubur mayat di tempat yang bukan semestinya dan meninggalkannya.

Beberapa minggu mendatang pengadilan akan membacakan keputusan lebih lanjut, dia terancam penjara satu atau dua tahun karena melakukan pembunuhan.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved