Breaking News:

Rivalitas Dibawa Ke Forum Internasional, Pakistan dan India Saling Tuding di Sidang Umum PBB

Khan mengacu pada Partai Bharatiya Janata Modi dan Rashtriya Swayamsevak Sangh yang berafiliasi.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Wakil KOHSAR / AFP
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berbicara dalam konferensi pers bersama dengan presiden Afghanistan di Istana Kepresidenan di Kabul pada 19 November 2020. 

Khan mengacu pada Partai Bharatiya Janata Modi dan Rashtriya Swayamsevak Sangh yang berafiliasi.

Ini merupakan sebuah gerakan revivalis berusia seabad dengan komponen paramiliter.

Perlu diketahui, di bawah pemerintahan Modi, India telah mencabut otonomi Kashmir, satu-satunya wilayah yang memiliki penduduk mayoritas Muslim di negara itu.

Langkah ini didorong melalui undang-undang kewarganegaraan yang disebut oleh para kritikus sebagai tindakan diskriminatif.

Dunia pun telah menyaksikan 'berulangnya' gejolak kekerasan berbasis agama di wilayah itu.

Baca juga: Ketegangan India-China: PM Narendra Modi Bertemu Pemimpin Oposisi untuk Redakan Konflik

Berbicara pada hari di mana Modi mengunjungi Gedung Putih, Khan yang belum melakukan komunikasi dengan Presiden AS Joe Biden, menuduh bahwa kepentingan komersial India memungkinkan Modi untuk 'melepaskan diri dari pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dengan impunitas penuh'.

Sementara itu menanggapi pernyataan keras yang dilontarkan PM Pakistan, secara terpisah Modi pun melemparkan sindiran dengan mengatakan kepada UNGA pada hari Sabtu kemarin bahwa tidak ada negara yang boleh mengeksploitasi kekacauan yang terjadi di Afghanistan untuk keuntungannya sendiri.

Ia pun meminta masyarakat internasional untuk membantu kaum perempuan, anak-anak dan minoritas Afghanistan.

Menurut Modi, sangat penting bagi negara itu tidak digunakan sebagai basis untuk menyebarkan teror.

"Kami perlu waspada dan memastikan bahwa tidak ada negara yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi sulit di sana, dan menggunakannya sebagai alat untuk kepentingan egoisnya sendiri," kata Modi, dalam referensi yang jelas ditujukan kepada Pakistan, yang memiliki 'posisi terjepit' diantara Afghanistan dan India.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved