Breaking News:

Sanae Takaichi Pastikan akan Kunjungan ke Kuil Yasukuni dan Menjaga Pulau-pulau Jepang

Takaichi mengunjungi Kuil Yasukuni setiap tahun pada peringatan berakhirnya Perang Pasifik dan selama festival musim semi dan musim gugur.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sanae Takaichi (60), calon Presiden Partai Liberal Demokrat (LDP) dan juga mantan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mantan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Sanae Takaichi dengan tegas mengumumkan bahwa dia akan mengunjungi kuil Yasukuni, termasuk jika terpilih menjadi Perdana Menteri Jepang nantinya.

"Misalnya, dulu ada masa pemerintahan kolonial. Saya tidak mendengar banyak tentang fakta bahwa banyak yang mengeluh. tentang mengunjungi monumen peringatan. Saya tidak mendengar jika China mengeluh tentang apapun ke Inggris," ungkap Takaichi dalam acara debat 4 kandidat Partai Liberal Demokrat (LDP) di Fuji TV, Minggu (26/9/2021).

"Saya pikir itu digunakan sebagai sarana diplomatik karena perang telah berhenti," kata Takaichi.

Selain itu, Takaichi juga berbicara mengenai masalah penjahat perang yang diabadikan.

"Jepang bukanlah budaya yang mengekspos ke kuburan. Mereka yang telah dihukum, mereka yang telah dieksekusi, orang-orang ini telah dihukum dan bukan orang berdosa," ujar dia.

Mantan Wali Kota Osaka Toru Hashimoto yang juga jadi moderator mengomentari pernyataan Takaichi.

Baca juga: Persaingan Pemilihan Presiden LDP Jepang Makin Sengit, Terutama Kishida, Kono dan Takaichi

"Ibu Takaichi, saya ingin Anda tetap berpegang pada keyakinan itu. Saya ingin Anda memikirkannya, termasuk bagaimana seharusnya dan bagaimana dampaknya pada kalangan internasional," kata dia.

Mantan Menteri Takaichi mengunjungi Kuil Yasukuni setiap tahun pada peringatan berakhirnya Perang Pasifik (15 Agustus) dan selama festival musim semi dan musim gugur tahunan.

Takaichi juga mengungkapkan akan memagari pulau-pulau di Jepang yang jadi sengketa karena diyakininya sebagai milik Jepang, sehingga tentara negara lain tak bisa lagi memasuki pulau tersebut.

Jepang bermasalah dengan Korea terkait Pulau Takeshima dan bermasalah dengan China pada Kepulauan Senkaku.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved