Breaking News:
Deutsche Welle

Pemadaman Listrik di Cina Berpotensi Ganggu Rantai Produksi Global

Ketatnya kuota konsumsi batu bara memaksa pembangkit listrik berhenti beroperasi. Akibatnya pasokan listrik untuk pabrik dan rumah…

Sebanyak 23 buruh di sebuah pabrik di kota Liaoyang dilarikan ke rumah sakit usai keracunan gas menyusul matinya sistem ventilasi akibat pemadaman listrik. Beruntung, tidak seorangpun berada dalam kondisi kritis, lapor stasiun televisi CCTV, Senin (27/9).

Insiden itu merupakan pertanda datangnya krisis energi di jantung manufaktur Cina.

Sejak pemerintah menetapkan kuota energi, pabrik-pabrik tutup berkala agar tidak melampaui batas konsumsi listrik. Ekonom dan pegiat lingkungan melaporkan, sektor manufaktur sudah menghabiskan jatah listrik untuk tahun ini.

Kejar permintaan pasar pasca pandemi

Produksi diklaim melonjak untuk memenuhi permintaan ekspor pascapandemi. Sebab itu penutupan pabrik di Cina dikhawatirkan akan berdampak pada perdagangan global.

Sebuah perusahaan yang memasok komponen untuk produsen elektronik AS, Apple, misalnya harus menyegel pabriknya di barat kota Shanghai atas perintah otoritas lokal. Eson Precision Engineering Co. Ltd. menyebut penutupan pabrik "sudah sesuai dengan kebijakan pembatasan listrik oleh pemerintah lokal,” tulis perusahaan dalam keterangan persnya, Minggu (26/9).

Apple sejauh ini belum berkomentar soal gangguan pada pemasok utama komponen untuk iPhone itu.

Pembatasan listrik demi efisiensi oleh pemerintah Cina juga membuat perusahaan energi kelimpungan. Tanpa bisa membebankan kenaikan ongkos produksi kepada konsumen, harga listrik saat ini, "melampaui batas yang bisa ditanggung oleh industri listrik Cina,” kata Li Shuo, pakar iklim di Greenpeace, Beijing.

Menurut Li, sejumlah provinsi memangkas kapasitas produksi karena sudah menghabiskan sebagian besar kuota listrik tahunan.

Demi perpsektif masa depan

Pemadaman listrik di jantung manufaktur Cina di tengah derasnya permintaan global menggariskan komitmen Beijing memperbaiki neraca lingkungan, menurut laporan lembaga konsultan Jepang, Nomura, Senin (27/9).

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved