Sabtu, 2 Mei 2026

Mosquirix, Vaksin Malaria Pertama yang Direkomendasikan WHO, Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui

WHO merekomendasikan vaksin malaria untuk pertama kalinya. Ini 5 hal yang perlu diketahui tentang vaksin Mosquirix.

Tayang:
Brian Ongoro / AFP
Seorang petugas kesehatan menyiapkan vaksinasi malaria untuk seorang anak di rumah sakit Sub-County Yala, di Yala, Kenya, pada 7 Oktober 2021. WHO merekomendasikan vaksin malaria untuk pertama kalinya. Ini 5 hal yang perlu diketahui tentang vaksin Mosquirix. 

Program tersebut menunjukkan bahwa pengiriman vaksin dapat dilakukan dengan layak dan hemat biaya di daerah berisiko tinggi.

Vaksin ini memiliki profil keamanan yang baik dan mengurangi kasus malaria klinis dan parah, yang dapat berujung kematian.

2. Tentang Vaksin Mosquirix

Mosquirix adalah vaksin "subunit".

Artinya, vaksin ini hanya mengandung sebagian kecil parasit malaria, yang diproduksi sebagai protein sintetis.

Protein ini digabungkan dengan "adjuvant", sebuah molekul yang dirancang untuk merangsang respons imun yang kuat.

Vaksin bekerja terutama dengan merangsang tubuh untuk membuat antibodi terhadap parasit, kemudian menetralkannya, dan mencegahnya memasuki sel-sel hati.

Sel-sel hati adalah sel pertama yang diserang parasit ini ketika memasuki tubuh.

Vaksin ini juga bekerja dengan membantu meningkatkan respons peradangan, ketika bagian lain dari sistem kekebalan merespons.

Seorang petugas kesehatan menyiapkan vaksinasi malaria untuk seorang anak di rumah sakit Sub-County Yala, di Yala, Kenya, pada 7 Oktober 2021.
Seorang petugas kesehatan menyiapkan vaksinasi malaria untuk seorang anak di rumah sakit Sub-County Yala, di Yala, Kenya, pada 7 Oktober 2021. (Brian Ongoro / AFP)

3. Vaksin Tidak Sempurna

Tingkat perlindungan yang diberikan vaksin tidaklah sempurna.

Perlindungan bervariasi terhadap usia anak saat divaksinasi.

Bahkan perlindungan menjadi lebih sedikit terhadap bayi dibandingkan dengan anak yang lebih tua.

Pada anak yang lebih tua (5-17 bulan), rata-rata perlindungan sekitar 36% terhadap berkembangnya malaria klinis selama periode empat tahun.

Kekebalan protektif juga menurun dengan cepat dari waktu ke waktu.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved