Kasus Bunuh Diri Anak di Jepang Capai Rekor Tertinggi Selama Pandemi Covid-19
Kementerian pendidikan Jepang melaporkan peningkatan tajam angka bunuh diri anak selama pandemi Covid-19.
Penulis:
Yurika Nendri Novianingsih
Editor:
Daryono
Publik menginginkan olimpiade ditonton dari rumah.
Rumah sakit berada di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Mereka kekurangan tempat tidur, sehingga memaksa ribuan orang yang positif untuk dirawat di rumah.
Bahkan sejumlah orang yang terinfeksi meninggal di rumah.
Lockdown di ibukota dan daerah lainnya kemungkinan akan diperpanjang lagi.
Dua minggu terakhir sejak tindakan darurat dicabut, infeksi baru terus menurun di Tokyo dan di seluruh negeri.
Kemudian pada hari Senin, Tokyo melaporkan 49 kasus, angka harian terendah sejak akhir Juni tahun lalu, sementara jumlah nasional adalah 369.
Baca juga: Gubernur New York Minta Maaf ke Keluarga Korban Covid-19 Akibat Kebijakan Kontroversial Cuomo
Baca juga: Gugus Tugas Covid-19 India: Sputnik V Bisa Gagal Dipasarkan di India
Para ahli mengatakan tidak ada faktor tunggal yang dapat menjelaskan perubahan luar biasa kasus Covid-19 Jepang.
Hingga saat ini, Jepang telah memberikan vaksin Covid untuk melindungi hampir 70% dari 126 juta penduduknya .
Pemerintah telah mengatakan bahwa pada November vaksin akan diberikan kepada semua orang yang bersedia divaksin.
Sementara minggu ini perdana menteri baru, Fumio Kishida, mengatakan suntikan booster akan ditawarkan mulai Desember, dimulai dengan pekerja medis dan orang tua.
(Tribunnews.com/Yurika)