Breaking News:

Menlu Blinken: Amerika Serikat Akan Buka Kembali Misi Palestinanya di Yerusalem

Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan Amerika akan membuka kembali konsulat AS di Yerusalem, yang akan menangani diplomasi dengan Palestina

Editor: hasanah samhudi
AFP
(Kiri-Kanan) Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan menghadiri konferensi pers bersama di Departemen Luar Negeri di Washington, pada Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan pada hari Rabu (13 Oktober) bahwa pemerintahan Biden akan melanjutkan rencana membuka kembali konsulat AS di Yerusalem, meskipun Israel menentangnya.

Blinken mengulangi janji yang awalnya dia buat beberapa bulan lalu untuk membangun kembali konsulat, yang biasanya menjadi basis untuk menangani masalah diplomatik dengan Palestina.

Tetapi Blinken tidak menetapkan tanggal pembukaan kembali misi Palestinanya di Yerusalem, yang akan membuat hubungan tegang dengan pemerintah baru Israel yang beragam secara ideologis.

“Kami akan melanjutkan proses pembukaan konsulat sebagai bagian dari pendalaman hubungan dengan Palestina,” kata Blinken di Departemen Luar Negeri, seperti dilansir dari Channel News Asia.

Pemerintahan Biden berusaha memperbaiki hubungan dengan Palestina yang rusak parah di bawah kepemimpinan Trump.

Baca juga: KTT Peringatan 60 Tahun GNB, Menlu Retno Singgung Utang Kebebasan Palestina

Baca juga: Palestina Marah karena Umat Yahudi Israel Diizinkan Berdoa di Masjid Al-Aqsa

Konsulat ini sebelumnya ditutup oleh pendahulu Presiden Joe Biden, Donald Trump, pada 2018.

Konsulat itu dimasukkan ke dalam Kedutaan Besar AS yang dipindahkan ke Yerusalem dari Tel Aviv pada tahun 2018 oleh Trump.

Pemerintahan Biden mengatakan akan membuka kembali konsulat, dan kedutaan tetap beroperasi seperti biasa.

Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Sementara Palestina menginginkan Yerusalem Timur, yang direbut oleh Israel dalam perang 1967 bersama dengan Tepi Barat dan Jalur Gaza, sebagai ibu kota negara nantinya.

Baca juga: Antony Blinken Umumkan Rencana AS untuk Membuka Kembali Konsulat di Yerusalem

Baca juga: Blinken Akan Stop Dukung Saudi di Yaman, Haines Janji Buka Rahasia Pembunuhan Khasoggi  

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved