Breaking News:

JFTC Mulai Periksa Kemungkinan Terjadinya Ketidakadilan dalam Bisnis Sistem di Jepang

JFTC telah melakukan kuesioner dan wawancara dengan organisasi nasional dan organisasi publik lokal sejak Juni 2021.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Gedung Japan Fair Trade Commission (JFTC) di Kasumigaseki Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Japan Fair Trade Commission (JFTC) atau Komisi Perdagangan Adil Jepang mulai memeriksa ada tidaknya unsur ketidakadilan dalam bisnis sistem di Jepang.

Lembaga ini telah melakukan kuesioner dan wawancara dengan organisasi nasional dan organisasi publik lokal sejak Juni 2021 dengan tujuan untuk menyelidiki apakah persaingan yang adil sedang terjadi.

"Apa yang kami pelajari saat ini dipresentasikan pada pertemuan pertukaran pendapat dengan para ahli yang diadakan pada tanggal 15 Oktober lalu sebagai bagian dari penyelidikan," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (18/10/2021).

Menurut materi tersebut, instansi pemerintah kemungkinan menerima proposal untuk spesifikasi rincian dari vendor tertentu.

"Skala pemerintah daerah kecil, dan sulit bagi staf untuk membuat spesifikasi. Selain itu, ketika mencoba memperkenalkan sistem perusahaan lain, ada kasus di mana pengenalan ditinggalkan karena perusahaan yang ada meminta biaya tinggi untuk migrasi data atau migrasi itu sendiri ditolak," ujarnya.

"Jika Anda tidak menginstal server sebagai satu set, itu tidak akan dikenakan pemeliharaan", atau komentar lain, "Operasi yang stabil tidak dapat dijamin kecuali itu adalah terminal dari pabrikan tertentu".

Ada pula komentar, "Akan dikenakan biaya tambahan jika bukan printer yang ditentukan."

"Itulah beberapa kasus yang muncul dari penyelidikan kami," tambahnya.

Dalam pengadaan sistem, telah ditunjukkan bahwa ada risiko bahwa biaya akan tetap tinggi karena situasi yang disebut "penguncian vendor" yang mempersulit peralihan dari vendor yang ada ke vendor lain.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved