Senin, 1 September 2025

Perangkap Asmara 3 Korban Warga Jepang Dijerat Narkoba, Keterlibatan Oknum Polisi Indonesia?

Tsutsumotase  merupakan jenis pemerasan atau penipuan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan secara kolusi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ist
Ilustrasi beberapa obat terlarang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Tsutsumotase atau perangkap asmara kepada warga Jepang di Indonesia diberitakan media Jepang Daily Shincho kemarin (24/10/2021) mulai bermunculan di Indonesia.

Bukan hanya perangkap asmara, wanita meninggalkan narkoba di kamar asmara hotel.

Setelah wanita ke luar kamar, oknum polisi menjebak mencari dan menemukan narkoba di ruangan kamar tersebut, memeras warga Jepang itu.

"Saat ini, di Indonesia, ada serangkaian kasus di mana pria Jepang ditangkap karena memiliki narkotika secara ilegal, terutama di ibu kota Jakarta. Tapi mereka adalah korban dari Tsutsumotase," tulis Tomohiko Otsuka pada Daily Shincho kemarin (24/10/2021).

Tsutsumotase  merupakan jenis pemerasan atau penipuan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan secara kolusi.

Pancingan sengaja  seorang istri mengundang seorang pria yang menjadi umpan untuk melakukan perzinahan, dan sang suami muncul selama atau segera setelah tindakan itu selesai, menyalahkan hubungan dengan istri dan mengancam uang.

Setidaknya tiga orang dirugikan dalam enam bulan hingga akhir September 2021, tambah Otsuka.

Menurut informasi yang mengalir di antara penduduk Jepang, caranya adalah sebagai berikut.

Setelah dapat wanita dari bar atau karaoke di Blok-M, mereka check-in di hotel   berdua, seorang wanita "berbelanja sedikit" lalu  meninggalkan kamar sambil berkata, "Ada yang ketinggalan di mobil mau ambil dulu."

Pria Jepang yang tersisa bersemangat dengan harapan mereka dan menunggu para wanita kembali.

"Pria Jepang tidak menyadari bahwa wanita itu meninggalkan dompetnya di kamar. Kemudian pintu kamar diketuk, dan pria tak dikenal yang mengaku sebagai polisi masuk. "Kami sedang menyelidiki dengan informasi tentang kepemilikan narkoba." Mereka menemukan obat di tas tangan wanita yang tertinggal di kamar berisi narkoba."

Wanita sudah kabur tak diketahui ke mana arahnya. Tinggallah pria menyadari adanya kesalahan tersebut.

Setelah itu, petugas polisi berkata menjelaskan dan pria Jepang menjawab, "Saya tidak ingin diekspos" dan "Saya tidak ingin diketahui oleh perusahaan dan keluarga," dan merekomendasikan penyelesaian.

"Pengacara yang diperkenalkan oleh petugas polisi untuk melanjutkan negosiasi penyelesaian juga merupakan pengacara nakal (akutoku bengoshi). Ini adalah permainan yang ditujukan untuk uang penyelesaian. Mungkin sulit untuk percaya dalam pengertian Jepang bahwa polisi akan bertindak secara ilegal sebagai seorang guru. Tapi di Indonesia, itu bukan hal yang aneh. Petugas polisi, yang gajinya rendah dan sulit hidup tanpa pekerjaan paruh waktu, melakukan "pekerjaan sampingan" seperti memimpin penjaga malam gedung, seorang penjaga pribadi, dan mobil VIP dengan mobil polisi atau sepeda motor polisi. Dan pekerjaan seperti itu terkadang ilegal. Tidak ada keraguan bahwa petugas polisi yang mengincar emas juga bekerja sama dalam metode ini," tulis Otsuka lagi.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan