Breaking News:

Dari Soal Sambutan, Wartawan Menuntut Sampai Kekaisaran Jepang Garuk-garuk Kepala

Layaknya pernikahan keluarga kekaisaran, setelah menikah muncul sambutan dari keluarga masing-masing, baik dari pihak suami maupun dari pihak isteri.

Foto: News Post Seven
Kayo Komuro di Karuizawa saat jalan-jalan melakukan shopping di sana 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Layaknya pernikahan keluarga kekaisaran, setelah menikah muncul sambutan dari keluarga masing-masing, baik dari pihak suami maupun dari pihak isteri.

Dari Putri Mako (keponakan Kaisar Jepang)  muncul sambutan dari ayah ibunya Putra Mahkota Akishinomiya dan bahkan juga adiknya Putri Kako. Keduanya menyampaikan Selamat berbahagia pada intinya.

Namun sampai detik ini (28/10/2021) tidak ada sambutan apa pun, tak ada pernyataan apa pun ke luar ke masyarakat dari pihak ibunda Kei Komuro.

"Pada saat pernikahan ini, biasanya, tidak hanya Tuan dan Nyonya Akishinomiya, tetapi juga komentar orang tua dari pria lain yang dijadwalkan akan diumumkan. Ketika  Yoshiki Kuroda menikah dengan  Kiyoko, anggota kekaisaran Jepang, Komentar Ibuku Kuroda diumumkan melalui Badan Rumah Tangga Kekaisaran," ungkap sumber Tribunnews.com Kamis (28/10/2021).

Kali ini, ibunda  Komuro, Kayo, tidak berkomentar apa pun membuat badan rumah tangga kekaisaran (Kunaicho) garuk-garuk kepala, bingung tak bisa apa-apa.

Apakah Kayo, yang tidak memiliki TV di rumah, diam-diam menonton panggung cerah putranya secara online?    Jaringan penyelidikan polisi terhadap Kayo terbuka setiap saat untuk  penuntutan dari masyarakat.

"Pada tanggal 6 Oktober, seorang jurnalis mengajukan tuntutan pidana terhadap Kayo-san ke Kantor Kejaksaan Distrik Tokyo atas penipuan. Tindakan yang disebut "pengembalian" telah diambil, dan Polisi Prefektur Kanagawa telah didesak untuk berkonsultasi. Tampaknya mereka mengumpulkan lebih banyak bukti sambil tetap berhubungan dengan Polisi Prefektur Kanagawa," tulis News Post Seven Kamis ini (28/10/2021).

Tuduhan pidana untuk penipuan melibatkan dua kecurigaan "penerimaan ilegal".

Salah satunya tentang pensiun penyintas yang diterima suami Kayo sejak kematiannya pada Maret 2002.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved