Breaking News:

Gaji Tunai Pekerja Jepang Rata-rata 0,2 Persen Lebih Tinggi Dibandingkan September 2020

Rata-rata total gaji tunai per pekerja pada bulan September, termasuk gaji pokok dan uang lembur, adalah 270.019 yen.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Para pekerja ke luar dari Stasiun Shinagawa Tokyo menuju tempat kerja masing-masing, Selasa (9/11/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gaji tunai per pekerja pada bulan September 2021 rata-rata sekitar 270.000 yen, atau 0,2 persen lebih tinggi dari bulan yang sama tahun sebelumnya (2020).

"Gaji pegawai hampir kembali ke tingkat sebelum penyebaran virus corona. Saya ingin mengawasi tren ini lebih lanjut," papar seorang pejabat Kementerian Tenaga Kerja Jepang, Selasa (9/11/2021).

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang sedang melakukan "survei statistik tenaga kerja bulanan" yang menargetkan lebih dari 30.000 perusahaan di seluruh tempat di Jepang dengan lima atau lebih karyawan, dan mengumumkan angka awal untuk 9 November ini.

Menurut survei tersebut, rata-rata total gaji tunai per pekerja pada bulan September, termasuk gaji pokok dan uang lembur, adalah 270.019 yen.

Ini merupakan peningkatan 0,2 persen dari September tahun lalu, dan positif untuk bulan ketujuh berturut-turut dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah ini, uang lembur dan uang lembur lainnya adalah 17.441 yen, meningkat 4,4 persen dari September tahun lalu.

Baca juga: Seminggu 2 Kasus Pembakaran di Dalam Kereta Api, Kepolisian Jepang Perkuat Pengamanan di Stasiun

Jika melihat upah lembur menurut industri, dibandingkan dengan September tahun lalu, "Industri layanan/industri hiburan yang berhubungan dengan kehidupan" meningkat sebesar 15,3 persen, "Akomodasi/layanan makanan" turun 30,9 persen.

Selain itu, upah riil, yang mencerminkan fluktuasi harga, turun 0,6 persen dari September tahun lalu.

"Meskipun total gaji tunai meningkat dibandingkan tahun lalu, itu belum kembali ke tingkat sebelum penyebaran infeksi virus corona. Saya ingin mengawasi tren setelah infeksi meredam," ungkap Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved