Virus Corona
Semua Orang Dewasa di Nepal akan Divaksinasi Covid Pertengahan April Tahun Depan
Menteri Kesehatan Nepal, Birod Khatiwada mengatakan semua orang dewasa di negara tersebut akan divaksinasi Covid-19 pada pertengahan April 2022.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Kesehatan Nepal, Birod Khatiwada mengatakan semua orang dewasa di negara tersebut akan divaksinasi Covid-19 pada pertengahan April 2022 mendatang.
Kepada The Associated Press, Rabu (10/11/2021) Khariwada menambahkan, pemerintah akan fokus pada pemberian dosis ke daerah pegunungan terpencil di negara Himalaya itu.
Melansir Al Jazeera, pemerintah akan memperkerjakan petugas dan mendirikan pusat vaksinasi untuk memenuhi target tersebut.
“Kami akan memenuhi target kami atau bahkan melebihi target kami karena kami sudah mendapatkan cukup vaksin,” kata Khatiwada, yang ditunjuk bulan lalu.
Baca juga: Sertifikat Vaksin Covid-19 Tidak Muncul di Aplikasi PeduliLindungi, Berikut Cara Menanganinya
Baca juga: Kondisi Covid-19 Dunia: Prancis Masuk Gelombang 5 hingga Pengiriman Vaksin ke Zona Konflik
“Kami akan mempekerjakan lebih banyak petugas kesehatan sehingga mereka dapat menjangkau seluruh pelosok negeri dan mendirikan pusat vaksin baru untuk menjangkau semua penduduk.”
Kampanye imunisasi Nepal dimulai pada Januari dengan vaksin yang disumbangkan oleh negara tetangga, India.
Tetapi terhenti ketika India menghadapi lonjakan Covid-19 yang menghancurkan dan menghentikan ekspor vaksin.
Catatan kementerian kesehatan menunjukkan 44 persen orang dewasa Nepal telah menerima setidaknya satu dosis, dan 37,5 persen divaksinasi lengkap.
Orang dewasa terdiri dari sekitar 72 persen dari 30 juta populasi Nepal.
Baca juga: Tim Penyelamat Temukan 3 Mayat Pendaki Asal Perancis yang Hilang di Himalaya Nepal
Baca juga: Inggris Izinkan Perjalanan Bebas Karantina bagi Wisatawan yang Sudah Divaksin Covaxin
Sejauh ini, hanya orang yang berusia di atas 18 tahun yang menerima vaksin, tetapi negara tersebut berencana untuk mengimunisasi mereka yang berusia 12 hingga 17 tahun ketika dosis tersedia.
Dengan terganggunya vaksin dari India, China masuk, menjual jutaan dosis. Nepal juga menerima vaksin yang disumbangkan oleh Amerika Serikat melalui fasilitas distribusi COVAX PBB.
Namun, kekurangan terus berlanjut di Nepal sepanjang tahun, dan ketika pusat vaksin dibuka, mereka kewalahan dengan kerumunan orang yang ingin diimunisasi.
Khatiwada mengatakan sekitar 22 juta dosis telah diberikan dan dia memperkirakan 30 juta dosis lainnya akan tiba dalam beberapa bulan ke depan.
“Kabinet minggu ini menyetujui proposal untuk membeli 6 juta dosis vaksin Pfizer dari Amerika Serikat sementara kami mendapatkan 4 juta vaksin Moderna lagi,” kata Khatiwada, menambahkan 6 juta dosis lainnya sudah dibeli dari China.
Baca juga: 5 FAKTA Covaxin, Vaksin Covid-19 dari India yang Baru Saja Disetujui WHO untuk Penggunaan Darurat
China telah menawarkan 2 juta vaksin lagi sebagai hadiah, sementara Swiss memberikan setengah juta dosis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menteri-kesehatan-nepal-birod-khatiwada.jpg)