Breaking News:

Sempat Mundur dari Jabatannya, Magdalena Andersson Kembali Diangkat Jadi PM Swedia

Perdana Menteri wanita pertama Swedia, Magdalena Andersson kembali diangkat sebagai pemimpin negara tersebut pada Senin (29/11/2021).

AFP/ADAM IHSE
(FILES) Dalam file foto ini diambil pada 04 November 2021 Menteri Keuangan Swedia Magdalena Andersson menyampaikan pidato setelah terpilih menjadi ketua partai Partai Sosial Demokrat di kongres Partai Sosial Demokrat di Gothenburg. - Parlemen Swedia tampaknya akan memilih Menteri Keuangan saat ini Magdalena Andersson sebagai perdana menteri wanita pertama negara itu pada hari Rabu, beberapa jam setelah dia meraih kesepakatan menit terakhir untuk mengamankan dukungan utama. (Photo by Adam IHSE / TT News Agency / AFP) / Sweden OUT 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri (PM) wanita pertama Swedia, Magdalena Andersson kembali diangkat sebagai pemimpin negara tersebut pada Senin (29/11/2021).

Andersson kembali menempati posisi tersebut beberapa hari setelah mundur di tengah gejolak politik Swedia.

Melansir Reuters, anggota parlemen memilih perdana menteri untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari seminggu setelah ia menetapkan rencana untuk pemerintahan minoritas yang hanya terdiri dari (Partai) Sosial Demokratnya.

Baca juga: Ternyata Berasal dari Swedia, Ini 4 Fakta Unik Restoran All You Can Eat

Baca juga: PM Wanita Pertama Swedia Mengundurkan Diri dari Jabatannya Beberapa Jam setelah Diangkat

Menteri Keuangan saat ini dan pemimpin Partai Demokrat Scocial Magdalena Andersson bereaksi ketika dia terpilih sebagai perdana menteri wanita pertama Swedia di parlemen Swedia di Stockholm pada 24 November 2021. (Photo by Erik SIMANDER / TT NEWS AGENCY / AFP) / Sweden OUT
Menteri Keuangan saat ini dan pemimpin Partai Demokrat Scocial Magdalena Andersson bereaksi ketika dia terpilih sebagai perdana menteri wanita pertama Swedia di parlemen Swedia di Stockholm pada 24 November 2021. (Photo by Erik SIMANDER / TT NEWS AGENCY / AFP) / Sweden OUT (AFP/ERIK SIMANDER)

Mantan menteri keuangan telah memenangkan pemungutan suara serupa pada hari Rabu tetapi menyerah beberapa jam kemudian setelah mitra koalisi junior meninggalkan pemerintah karena suara anggaran yang hilang.

"Seperti semua pemerintah minoritas, kami akan mencari kerja sama dengan partai lain di parlemen, dan saya melihat peluang bagus untuk melakukannya," Andersson, yang partainya memegang 100 kursi di parlemen dengan 349 kursi, mengatakan pada konferensi pers.

"Sosial Demokrat memiliki kelompok partai terbesar di parlemen dengan selisih yang lebar," ungkapnya.

"Kami juga memiliki tradisi kerja sama yang panjang dengan pihak lain dan siap melakukan apa yang diperlukan untuk memimpin Swedia maju."

Baca juga: Profil Magdalena Andersson, PM Swedia yang Mundur, Padahal Baru Beberapa Jam Ditunjuk

Menteri Keuangan saat ini dan pemimpin Partai Demokrat Scocial Magdalena Andersson bereaksi ketika dia terpilih sebagai perdana menteri wanita pertama Swedia di parlemen Swedia di Stockholm pada 24 November 2021. (Photo by Erik SIMANDER / TT NEWS AGENCY / AFP) / Sweden OUT
Menteri Keuangan saat ini dan pemimpin Partai Demokrat Scocial Magdalena Andersson bereaksi ketika dia terpilih sebagai perdana menteri wanita pertama Swedia di parlemen Swedia di Stockholm pada 24 November 2021. (Photo by Erik SIMANDER / TT NEWS AGENCY / AFP) / Sweden OUT (AFP/ERIK SIMANDER)

Digambarkan sebagai pemerintahan sementara

Pemimpin Partai Moderat oposisi sayap kanan, Ulf Kristersson, menggambarkan pemerintahan yang akan datang sebagai "pemerintah sementara sembilan bulan".

Ia mengatakan tidak akan dapat mencapai banyak hal menjelang pemilihan yang dijadwalkan pada September 2022.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved