Sabtu, 11 April 2026

Suriah Mengutuk Rencana Perluasan Pemukiman Yahudi di Dataran Tinggi Golan

Suriah mengutuk rencana Israel menggandakan jumlah pemukim Yahudi yang tinggal di Dataran Tinggi Golan.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Arif Fajar Nasucha
AFP
Tank sraeli beraksi selama latihan militer di dekat pemukiman Ramat Trump di Dataran Tinggi Golan yang dicaplok Israel pada 7 Desember 2021. Sejumlah rudal Israel menghantam pos-pos tentara dalam serangan udara Kamis (16/12/2021). 

Diperkirakan setengah dari populasi adalah orang Israel Yahudi.

Sementara setengahnya lagi, adalah warga yang tinggal di desa-desa Arab Druze yang dulunya merupakan bagian dari Suriah.

Beberapa penduduk Druze pun menentang kontrol Israel di wilayah tersebut.

Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah yang berbatasan dengan Israel, Lebanon, Yordania, dan Suriah.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett berbicara pada rapat kabinet mingguan di Yerusalem, (8/8/2021). (RONEN ZVULUN/ POOL/AFP)
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett berbicara pada rapat kabinet mingguan di Yerusalem, (8/8/2021). (RONEN ZVULUN/ POOL/AFP) (AFP/RONEN ZVULUN)

Baca juga: Israel Mulai Uji Coba Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

Baca juga: Politisi PKS Minta Kemenlu Taat Konstitusi Terkait Isu Normalisasi Hubungan dengan Israel

Israel merebut wilayah ini dari Suriah pada 1967 dalam Perang Timur Tengah.

Pada awal Perang Yom Kippur 1973, Suriah berhasil merebutnya kembali, tetapi serangan balik Israel berhasil mengusir Suriah dari sebagian besar Dataran Tinggi Golan.

Wilayah strategis ini diperebutkan selama Perang Arab-Israel, khususnya bukit Hermon dan Bukit Booster.

Kedua bukit ini menjadi pusat pengamatan tentara Israel yang dijuluki 'The Eye of Israel'.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved