Keidanren Jepang Serukan Transparansi Jaringan Pasokan Produk
Ketua Keidanren Masakazu Tokura menyatakan niatnya untuk menyerukan transparansi dalam rantai pasokan.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ketua Keidanren Masakazu Tokura menyerukan transparansi jaringan pasokan produk atau rantai pasokan, seperti apakah ada produk yang dihasilkan oleh kerja paksa atau tentang pengawasan ketat perusahaan terhadap masalah hak asasi manusia.
Di antara mereka, sementara disebutkan bahwa kerja paksa dipraktikkan secara luas di Daerah Otonomi Uygur Xinjiang China.
Dikatakan bahwa perhatian ketat diberikan pada tanggapan perusahaan mengenai masalah hak asasi manusia menjadi masalah yang tak terpisahkan.
"Karena perusahaan juga anggota masyarakat, saya pikir kita harus memiliki kesadaran yang ketat bahwa kita harus mematuhi norma-norma sosial," ungkap Masakazu Tokura, Jumat (31/12/2021).
"Setiap perusahaan harus secara sukarela menilai pentingnya hak asasi manusia dan bekerja keras," ujarnya.
Baca juga: Keidanren Jepang akan Mengevaluasi Langkah-langkah Ekonomi Pemerintahan PM Kishida
Masakazu Tokura menyatakan niatnya untuk menyerukan transparansi dalam rantai pasokan.
Mengenai kebijakan manajemen terhadap pertempuran musim semi ini, Masakazu Tokura mengatakan hal itu adalah wajar.
"Itu wajar untuk mengembalikan hasil kepada karyawan, dan Keidanren proaktif tentang perusahaan dengan kinerja yang baik. Saya menekankan kembali menyerukan kenaikan upah," jelasnya.
Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ketua-keidanren-masakazu-tokura_2022.jpg)