Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

Menkes Singapura: Orang yang Divaksinasi Sumbang 30 Persen Kasus Kematian Akibat Covid-19 pada 2021

Orang yang telah divaksinasi virus corona (Covid-19) secara penuh, ternyata menyumbang 30 persen dari jumlah kematian akibat Covid-19 di Singapura pad

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
AFP/LIONEL BONAVENTURE
OMICRON - Foto Ilustrasi ini diambil di Toulouse, barat daya Prancis, pada 1 Desember 2021 menunjukkan jarum suntik dan layar yang menampilkan Omicron, nama varian baru covid 19. - Omicron telah menjadi jenis virus corona utama di Prancis di mana jumlah infeksi telah mengalami peningkatan besar dalam beberapa hari terakhir, kata badan kesehatan masyarakat negara itu. "62,4 persen tes menunjukkan profil yang kompatibel dengan varian Omicron" pada awal minggu ini, dibandingkan dengan 15 persen pada minggu sebelumnya, kata agensi tersebut. (Lionel BONAVENTURE / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Orang yang telah divaksinasi virus corona (Covid-19) secara penuh, ternyata menyumbang 30 persen dari jumlah kematian akibat Covid-19 di Singapura pada 2021.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung pada Senin ini.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (10/1/2022), dari 802 kasus kematian akibat Covid-19 di negara itu pada 2021, 247 diantaranya merupakan mereka yang telah divaksinasi secara lengkap.

Menurut tingkat insiden kematian yang diberikan oleh Ong, sebagian besar individu yang divaksinasi namun meninggal karena Covid-19 merupakan mereka yang menerima vaksin non mRNA.

Berbicara di parlemen Singapura, ia menyampaikan rincian tingkat insiden kasar itu berdasarkan jenis vaksinasi.

Baca juga: Pakar: Omicron Jadi Varian Covid-19 yang Dominan di Singapura Dalam Dua Bulan

Rinciannya adalah 11 kematian per 100.000 kasus untuk mereka yang divaksinasi menggunakan vaksin Sinovac, lalu 7,8 per 100.000 untuk Sinopharm.

Kemudian 6,2 per 100.000 untuk Pfizer-BioNTech, serta 1 per 100.000 untuk Moderna.

"Hati-hati kami menghitung ini berdasarkan sampel yang cukup kecil dari 247 kematian. Angka ini hanya indikatif, karena tidak memperhitungkan faktor lain yang dapat mempengaruhi kematian seperti usia dan waktu vaksinasi," kata Ong.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan