Virus Corona
Menkes Singapura: Orang yang Divaksinasi Sumbang 30 Persen Kasus Kematian Akibat Covid-19 pada 2021
Orang yang telah divaksinasi virus corona (Covid-19) secara penuh, ternyata menyumbang 30 persen dari jumlah kematian akibat Covid-19 di Singapura pad
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Orang yang telah divaksinasi virus corona (Covid-19) secara penuh, ternyata menyumbang 30 persen dari jumlah kematian akibat Covid-19 di Singapura pada 2021.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung pada Senin ini.
Dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (10/1/2022), dari 802 kasus kematian akibat Covid-19 di negara itu pada 2021, 247 diantaranya merupakan mereka yang telah divaksinasi secara lengkap.
Menurut tingkat insiden kematian yang diberikan oleh Ong, sebagian besar individu yang divaksinasi namun meninggal karena Covid-19 merupakan mereka yang menerima vaksin non mRNA.
Berbicara di parlemen Singapura, ia menyampaikan rincian tingkat insiden kasar itu berdasarkan jenis vaksinasi.
Baca juga: Pakar: Omicron Jadi Varian Covid-19 yang Dominan di Singapura Dalam Dua Bulan
Rinciannya adalah 11 kematian per 100.000 kasus untuk mereka yang divaksinasi menggunakan vaksin Sinovac, lalu 7,8 per 100.000 untuk Sinopharm.
Kemudian 6,2 per 100.000 untuk Pfizer-BioNTech, serta 1 per 100.000 untuk Moderna.
"Hati-hati kami menghitung ini berdasarkan sampel yang cukup kecil dari 247 kematian. Angka ini hanya indikatif, karena tidak memperhitungkan faktor lain yang dapat mempengaruhi kematian seperti usia dan waktu vaksinasi," kata Ong.