Remaja yang Ditolak 2 Kali oleh Orang Tua Kandungnya Ditemukan Meninggal Dunia, Tinggalkan Catatan

Remaja laki-laki yang "ditolak" dua kali oleh orang tuanya ditemukan tak bernyawa di sebuah pantai di provinsi Hainan, China pada Senin (24/1/2022).

Weibo
Liu Xuezhou. Remaja laki-laki yang "ditolak" dua kali oleh orang tua kandungnya ditemukan tak bernyawa di sebuah pantai di provinsi Hainan, China pada Senin (24/1/2022) pagi. 

TRIBUNNEWS.COM - Remaja laki-laki yang "ditolak" dua kali oleh orang tua kandungnya ditemukan tak bernyawa di sebuah pantai di provinsi Hainan, China pada Senin (24/1/2022) pagi.

Liu Xuezhou (17) pernah dijual orang tuanya saat bayi.

Ia berhasil menemukan orang tua kandungnya tahun lalu tetapi kembali ditolak.

Liu diduga mengakhiri hidupnya sendiri setelah menerima banyak bully-an di media sosial.

Sebelum meninggal, Liu meninggalnya catatan panjang di Weibo, yang membuat netizen khawatir akan keselamatannya.

Polisi di Kota Sanya kemudian melakukan pencarian terhadap remaja tersebut setelah diperingatkan oleh publik.

Liu ditemukan oleh orang-orang yang mencari dirinya setelah membaca postingannya di media sosial.

Baca juga: Remaja di China Gugat Orang Tuanya ke Pengadilan Karena Dijual ke Orang Lain Waktu Masih Bayi

Baca juga: Setelah 14 Tahun Mencari, Orang Tua di China Akhirnya Menemukan Putranya yang Diculik

Liu Xuezhou
Liu Xuezhou (Weibo)

Liu sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong.

Dilaporkan South China Morning Post, Liu Xuezhou menjadi perhatian di China setelah kisahnya viral.

Semuanya dimulai pada awal Januari lalu ketika ia memposting kisahnya di media sosial Weibo dan Douyin.

Liu mengatakan orang tua kandungnya memutuskan hubungan dengannya meski mereka baru bertemu kembali setelah berpisah belasan tahun.

Liu dan ibu kandungnya saat bertemu kembali pada Desember 2021
Liu dan ibu kandungnya saat bertemu kembali pada Desember 2021 (Weibo)

Liu dijual oleh orang tua kandungnya pada tahun 2005.

Tetapi ia menjadi yatim piatu pada usia empat tahun ketika orang tua angkatnya, dua petani dari provinsi Hebei di Cina utara, meninggal dalam ledakan rumah.

Liu menghabiskan sebagian besar hidupnya tinggal bersama kerabat setelah kecelakaan itu.

Ia akhirnya dapat melacak orang tua kandungnya Desember lalu setelah melakukan pencarian online.

Namun, kedua orang tua Liu, yang telah bercerai dan sudah memiliki pasangan masing-masing, menolak untuk menerimanya kembali ke dalam kehidupan mereka.

Dalam seminggu terakhir, Liu secara terbuka berdebat dengan orang tuanya.

Dalam surat terakhirnya, Liu mengatakan dia telah "ditinggalkan dua kali oleh orang tua kandungnya".

Ketika Liu pertama kali bertemu kembali dengan orang tuanya Desember 2021 lalu, keluarga itu awalnya tampak bahagia.

Liu bertemu ayah kandungnya
Liu bertemu ayah kandungnya (Weibo)

Tetapi mereka mulai bertengkar setelah Liu meminta orang tuanya membelikannya tempat tinggal.

Ayahnya, Ding Shuangquan, dan ibunya, bermarga Zhang, mengatakan kepada media bahwa Liu berusaha memaksa mereka untuk membelikannya properti, yang menurut mereka tidak mampu mereka beli.

Sementara itu, Liu mengatakan orang tua kandungnya tidak mengizinkannya untuk tinggal bersama mereka.

Liu bahkan mengaku ia tidak diperbolehkan mengunjungi rumah mereka.

Liu kemudian meminta mereka untuk menyewakan atau membelikannya rumah karena ia tidak punya apa-apa.

Zhang sang ibu mengatakan kepada Shangyou News bahwa dia akhirnya memutuskan kontak dengan Liu agar bisa kembali ke "kehidupannya yang damai".

"Tidakkah kamu akan menjauh jika anakmu dan bersikap begitu defensif sampai-sampai merekam percakapanmu?," kata Zhang.

"Ayahnya telah menikah lagi, dan saya juga."

"Dia mencoba memaksa kami untuk membelikannya rumah, tetapi kami tidak cukup mampu untuk itu."

Liu mengatakan pertengkaran dengan orang tua kandungnya memicu bully-an di media sosial.

Penindasan dunia maya adalah masalah serius di China, dan Liu mengatakan serangan online telah menjadi tak tertahankan.

Kamis (20/1/2022) lalu, Liu sempat mengatakan akan menuntut orang tuanya karena menelantarkannya dua kali.

Dia juga mengatakan dalam catatan bahwa dia telah dibully dan disebut "anak terlantar" oleh teman sekolahnya di masa lalu.

Seorang pria bermarga Zhang, kepala komite desa Beimeng, tempat Liu dibesarkan, mengatakan kepada South China Morning Post bahwa komunitas mereka mengetahui kematian Liu.

Mereka akan mendukung keluarga angkatnya jika mereka membutuhkan bantuan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved