Swiss akan Melarang Penggunaan Hewan sebagai Objek Penelitian: Kejam dan Tidak Perlu
Swiss akan melakukan pemungutan suara terkait larangan hewan sebagai objek penelitian. Dokter menyebut penelitian pada hewan adalah kejam.
Secara terpisah, Maries van den Broek dari Universitas Zurich melakukan penelitian dengan menanamkan tumor ke tikus, untuk mempelajari bagaimana sistem kekebalan tubuh mereka dapat diperkuat untuk melawan kanker.
"Karena kami tidak memahami bahkan 10 persen dari proses yang terjadi di dalam tumor, tidak mungkin menggunakan model komputer atau kultur sel untuk memahami biologi kompleks kanker."
Sebelum para ilmuwan memulai eksperimen hewan, mereka harus membuktikan tidak ada alternatif dan penelitian mereka penting.
“Kami menggunakan sekitar 750 tikus per tahun. Mereka semua mati di akhir percobaan, tetapi tidak ada alternatif lain."
"Tanpa percobaan khusus ini, kami tidak akan dapat mengembangkan perawatan yang menyelamatkan nyawa manusia,” jelasnya.
Jajak pendapat terbaru menunjukkan hanya 26 persen pemilih yang mendukung larangan tersebut dan 68 persen menentangnya.
Baca juga: Benarkah Nyamuk Suka Warna-warna Tertentu? Berikut Hasil Penelitian Ilmuwan AS
Baca juga: Sebuah Penelitian AS pada Monyet Ungkap Efektivitas Vaksin Booster Omicron
Sebagai informasi, Swiss mengadakan referendum empat kali setahun.
Pada pemungutan suara tahun lalu mendukung pembatasan virus corona pemerintah dan menyetujui pernikahan sesama jenis.
Werndli mengatakan kampanye tersebut telah meningkatkan kesadaran tentang penderitaan hewan laboratorium dan tetap berharap untuk sukses.
"Saya harap kita bisa berubah dan Swiss bisa menjadi contoh positif bagi seluruh dunia untuk membantu menghentikan penderitaan hewan."
(Tribunnews.com/Yurika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-tikus-percobaan_20150212_094527.jpg)