Konflik Rusia Vs Ukraina
Invasi Rusia Hari ke-8, Ini Beberapa Hal yang Terjadi
Seminggu setelah Rusia meluncurkan invasinya, pengadilan pidana internasional menegaskan sedang mengumpulkan bukti kemungkinan kejahatan perang
TRIBUNNEWS.COM - Seminggu setelah Rusia meluncurkan invasinya ke Ukraina, pengadilan pidana internasional atau ICC menegaskan sedang mengumpulkan bukti kemungkinan kejahatan perang.
Dilansir The Guardian, berikut sejumlah hal yang terjadi di hari kedelapan serangan Rusia ke Ukraina, Kamis (3/3/2022).
- Pengadilan pidana internasional (ICC) telah mengkonfirmasi akan membuka penyelidikan terhadap kemungkinan kejahatan perang di Ukraina.
ICC akan mulai mengumpulkan bukti.
Proses ICC dipercepat setelah 38 negara secara resmi merujuk laporan kekejaman ke sana.
Angka itu merupakan rujukan terbesar yang pernah diterima pengadilan.
Baca juga: Kedekatan Ramzan Kadyrov dan Putin Disebut Jadi Alasan Chechnya Dukung Serangan Rusia ke Ukraina
Baca juga: Ukraina Minta 50 Perusahaan Game, Cloud, dan Teknologi Lainnya untuk Bertindak atas Serangan Rusia
- Rusia mengklaim telah merebut kota Kherson di selatan yang strategis dan penting di Laut Hitam.
Intelijen AS dan pejabat Ukraina membantah klaim tersebut.
Dalam sebuah postingan Facebook, walikota Kherson, Igor Kolykhaiev, mengatakan ada pengunjung bersenjata di dewan kota.
Sementara itu, sekretaris pers Pentagon John Kirby mengatakan pihaknya tidak dalam posisi untuk menyebut seperti itu.
"Tampaknya bagi kami bahwa orang-orang Ukraina tentu saja memperebutkan kota itu," ujarnya.
- Kota pelabuhan Mariupol yang strategis dan penting di Laut Azov dilaporkan dikepung oleh pasukan Rusia.
"Kami bahkan tidak bisa membawa yang terluka dari jalanan, dari apartemen, karena penembakan tidak berhenti," kata walikota Mariupol.
- Ibu kota Ukraina, Kyiv, mendapat serangan yang lebih berat ketika pasukan Rusia meningkatkan serangan mereka.
Rusia menggerakkan pasukan lebih dekat ke ibu kota dalam upaya nyata untuk mengepung kota.
Baca juga: Daftar 17 Negara yang Kirim Bantuan Militer untuk Ukraina: AS hingga Republik Ceko
Baca juga: SOSOK Viktor Medvedchuk, Politikus Ukraina Favorit Rusia, Dilaporkan Kabur dari Tahanan Rumah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menara-televisi-utama-kyiv-pada-2-maret-2022.jpg)