Konflik Rusia Vs Ukraina

Tolak Permintaan Putin, Kanselir Jerman Tak Bersedia Bayar Gas Dalam Rubel

Kanselir Jerman Olaf Scholz menolak permintaan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membayar gas Rusia dalam bentuk mata uang negara itu, yakni rubel.

MICHELE TANTUSSI / POOL / AFP
Kanselir Jerman Olaf Scholz (kiri) berbicara dengan Menteri Kehakiman Marco Buschmann pada awal pertemuan kabinet keamanan di Kanselir di Berlin, pada 23 Februari 2022. 

TRIBUNNEWS.COM, BERLIN - Kanselir Jerman Olaf Scholz telah menolak permintaan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membayar gas Rusia dalam bentuk mata uang negara itu, yakni rubel.

Ia mengatakan bahwa sebagian besar perjanjian menyediakan pembayaran dalam bentuk euro maupun dolar Amerika Serikat (AS).

"Kami telah melihat hal ini untuk mencoba mendapatkan gambaran umum. Apa yang telah kami pelajari sejauh ini adalah bahwa ada kontrak tetap di mana-mana, yang mencakup mata uang di mana pembayaran itu dilakukan. Dan sebagian besar itu ya menyebut dalam mata uang euro atau dolar," kata Scholz setelah KTT G7.

Baca juga: Mantan Kanselir Jerman: Yang Terjadi di Ukraina Adalah Konsekuensi dari Kegagalan Politik

Baca juga: Jerman Beri Layanan Sekolah Gratis untuk Anak-anak Pengungsi Ukraina

Baca juga: Jerman Teken Kontrak Pasokan Gas dengan Qatar Untuk Akhiri Ketergantungan dari Rusia

Dikutip dari laman Ukrinform, Jumat (25/3/2022), Scholz juga menekankan bahwa G7 setuju untuk 'menahan sanksi terhadap Rusia selama diperlukan dan untuk memantau efektivitasnya'.

"Kami akan bereaksi dengan sanksi lebih lanjut jika ini memang diperlukan," tega Scholz.

Sebelumnya, perusahaan minyak dan gas Polandia PGNiG menyatakan bahwa mereka tidak bermaksud membayar gas Rusia dalam rubel, karena itu tidak tertulis pada kontrak saat ini dengan Gazprom.

Baca juga: Jerman Gelar Konser Anti Perang, Penonton Tembus Hingga 15 Ribu Orang

Perlu diketahui, pada 23 Maret lalu, Putin mengatakan bahwa Rusia akan menuntut negara-negara yang 'tidak bersahabat' termasuk negara-negara anggota Uni Eropa (UE), membayar gas dalam rubel.

Langkah itu dilihat sebagai upaya untuk menghentikan penurunan mata uang Rusia dan menghindari sanksi Barat.

Sumber: https://www.ukrinform.net/rubric-economy/3439197-german-chancellor-rejects-putins-demand-to-pay-for-gas-in-rubles.html

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved