Konflik Palestina Vs Israel
Trump Peringatkan Israel soal Menyenggol 'Sekutu Besar' AS: Kalian Harus Hati-hati!
Setelah Israel menyerang Ibu Kota Qatar, Doha, Presiden AS Donald Trump menegur keras agar tak menyenggol sekutu besar Washington.
TRIBUNNEWS.COM - Teguran keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Israel muncul setelah negara Zionis itu menyerang Ibu Kota Qatar, Doha.
Israel menyerang Doha, Qatar pada Selasa (9/9/2025) lalu membuat daerah Timur Tengah memanas.
Serangan Israel di Doha ini ditujukan untuk membunuh para pemimpin Hamas yang sedang melakukan pertemuan di kota tersebut.
Namun, serangan tersebut gagal membunuh pemimpin Hamas, Khalil al-Hayya.
Hamas mengonfirmasi bahwa setidaknya enam orang, termasuk putra dan salah satu ajudan pemimpin Hamas Khalil al-Hayya, tewas dalam serangan Israel.
Kini, Israel mendapat teguran keras dari Donald Trump setelah menyenggol 'sekutu besar' AS itu.
"Pesan saya begini: Mereka harus sangat, sangat berhati-hati. Mereka harus melakukan sesuatu terhadap Hamas, tetapi Qatar telah menjadi sekutu yang hebat bagi Amerika Serikat," kata Trump, dikutip dari The Times of Israel.
"Jadi, Israel dan semua pihak lainnya, kita harus berhati-hati," tambahnya.
"Saat kita menyerang orang, kita harus berhati-hati," pungkasnya.
Trump menyuarakan hal serupa tak lama setelah serangan 9 September, ketika ia mengunggah di media sosial bahwa serangan itu "tidak memajukan tujuan Israel atau Amerika".
Baik pejabat Israel maupun Hamas telah menyampaikan bahwa serangan itu gagal membunuh para pemimpin kelompok tersebut, dan muncul laporan mengenai perpecahan internal Israel menjelang serangan tersebut.
Baca juga: PM Qatar Desak Dunia Hentikan Standar Ganda, Tuntut Israel atas Kejahatan di Gaza
Channel 12 melaporkan pada Minggu (14/9/2025) bahwa setelah serangan itu, Direktur Mossad David Barnea mengirim surat ke seluruh lembaga yang menjelaskan mengapa dia menentangnya dan tidak bersedia badan mata-mata itu ikut serta.
Menurut laporan tersebut, Barnea menjelaskan bahwa dia tidak ingin Israel melanjutkan serangan pada saat itu, karena pejabat Hamas yang menjadi sasaran telah berkumpul untuk membahas proposal baru yang disponsori AS untuk gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera Israel yang tersisa.
Pertemuan itu, menurut laporan yang diterimanya, hampir pasti akan menghasilkan kemajuan dalam perundingan gencatan senjata dan membuka jalan bagi kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan, bahkan jika Hamas belum sepenuhnya menerima usulan AS.
Mossad menolak mengomentari laporan tersebut, kata Channel 12.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TRUMP-DAN-NETANYAHU-bertemu-di-Gedung-Putih-8.jpg)