Jumat, 5 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Amnesty International Sebut Invasi Rusia di Ukraina Pengulangan Perang Suriah

Amnesty International mengatakanserangan Rusia di Ukraina mirip dengan perang Suriah. Khawatir akan kejahatan perang karena korban terus bertambah.

Tayang:
AFP/ARIS MESSINIS
Asap mengepul setelah serangan Rusia di pusat perbelanjaan Retroville dan distrik perumahan Kyiv pada 21 Maret 2022. - Amnesty International menyebut serangan Rusia di Ukraina mirip dengan perang Suriah. 

"Federasi Rusia sedang bermain dengan kami. Kami berada di tangan penjajah," kata Boichenko.

Kedua belah pihak akan melanjutkan pembicaraan damai pada hari Selasa di Turki.

Baca juga: 160.000 Warga Terperangkap di Mariupol yang Dikepung Militer Rusia, Kondisinya Memprihatinkan

Baca juga: Pemerintah AS Sebut Militer Rusia Sebagai Dalang Peretasan Satelit Eropa

Mariupol secara luas dipandang sebagai hadiah strategis karena penangkapannya dapat memungkinkan Rusia untuk membuat jembatan darat antara Krimea dan dua kantong separatis di Ukraina timur.

Orang-orang yang telah melarikan diri dari Mariupol telah menggambarkan betapa sulitnya hidup selama berminggu-minggu di bawah pemboman yang hampir konstan.

"Tidak ada makanan untuk anak-anak, terutama bayi. Mereka melahirkan bayi di ruang bawah tanah karena perempuan tidak punya tempat untuk melahirkan, semua rumah sakit bersalin hancur," kata seorang pekerja bahan makanan dari Mariupol.

"Saya juga menemukan hari ini bahwa orang tua teman sekelas putra saya tercabik-cabik tepat di halaman di depan matanya."

Dia mengatakan warga yang terperangkap telah menghabiskan waktu mencari salju yang bisa mereka cairkan untuk mendapatkan air untuk mencuci tangan.

(Tribunnews.com/Yurika)

Berita Rusia Vs Ukraina

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved