Minggu, 31 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Sebut Rusia Telah Kuasai 80 Persen Wilayah Luhansk

Ukraina mengatakan bahwa Rusia telah menguasai 80 persen Luhansk, salah satu dari dua wilayah Donbas timur.

Tayang:
AFP/ALEXANDER NEMENOV
Tentara Rusia berpatroli di teater drama Mariupol, dibom 16 Maret lalu, pada 12 April 2022 di Mariupol. - Ukraina mengatakan Rusia telah menguasai 80 persen wilayah Luhansk. 

"Kamar mayat dan rumah sakit di wilayah pendudukan penuh sesak," katanya,

Dia menambahkan bahwa Rusia juga menjarah tempat tinggal Ukraina dan mengambil mobil.

Wilayah Donetsk, juga bagian dari Donbas, telah menyaksikan pertempuran yang sangat sengit juga, terutama di sekitar kota pelabuhan Mariupol, di mana ribuan pejuang Ukraina dan warga sipil bersembunyi di pabrik baja raksasa.

Rusia akan Kuasai Mariupol

Pemimpin Chechnya, sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan pasukan Rusia akan merebut benteng utama perlawanan terakhir di kota Mariupol yang terkepung pada hari ini, Kamis (21/4/2022).

Mariupol akan menjadi kota terbesar yang akan direbut oleh Rusia sejak menginvasi Ukraina delapan minggu lalu dalam serangan yang memakan waktu lebih lama dari perkiraan beberapa analis militer.

Lebih dari lima juta orang melarikan diri ke luar negeri dan Mariupol menjadi kota penuh dengan puing-puing.

"Sebelum makan siang, atau setelah makan siang, Azovstal akan sepenuhnya berada di bawah kendali pasukan Federasi Rusia," kata Ramzan Kadyrov, kepala republik Chechnya, seperti dilansir CNA.

Sebagai informasi, Azovstal merupakan salah satu perusahaan rolling baja terbesar di Ukraina.

Kementerian pertahanan Ukraina belum memberikan komentarnya terkait hal tersebut.

Sementaram staf umum Ukraina mengatakan pada Kamis pagi, serangan rudal dan bom berlanjut di seluruh negeri.

Presiden Republik Chechnya Ramzan Kadyrov (kanan) berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di kediamannya negara Novo-Ogaryovo di luar Moskow, (31 Agustus 2019). (Alexey NIKOLSKY/Sputnik/AFP)
Presiden Republik Chechnya Ramzan Kadyrov (kanan) berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di kediamannya negara Novo-Ogaryovo di luar Moskow, (31 Agustus 2019). (Alexey NIKOLSKY/Sputnik/AFP) (AFP/ALEXEY NIKOLSKY)

Baca juga: Imbas Invasi Rusia, Perusahaan Senjata AS Raup Cuan, Permintaan Rudal Terus Meningkat

Baca juga: Lepas Impor Rusia, Pemerintah Italia Incar Gas dari Afrika Selatan

Puluhan warga sipil berhasil meninggalkan kota pada Rabu dengan konvoi bus kecil, menurut saksi mata Reuters.

Seorang komandan marinir Ukraina, Serhiy Volny, mengatakan para pejuang di pabrik baja mungkin tidak dapat bertahan lebih lama lagi.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan sekitar 1.000 warga sipil berlindung di sana.

Ukraina siap untuk "putaran negosiasi khusus" tanpa syarat "untuk menyelamatkan orang-orang kami ... militer, warga sipil, anak-anak, yang hidup dan yang terluka," kata perunding Ukraina Mykhailo Podolyak di Twitter.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved