Virus Corona

Beijing Laporkan 70 Kasus Baru Covid, Warga Khawatir Bakal Lockdown hingga Timbun Makanan

Ibu Kota China, Beijing memulai tes Covid-19 secara massal setelah 70 kasus baru terdeteksi, Senin (25/4/2022).

Penulis: Rica Agustina
Editor: Sri Juliati
AFP/NOEL CELIS
Tes swab di Beijing pada 26 Oktober 2021 - Ibu Kota China, Beijing memulai tes Covid-19 secara massal setelah 70 kasus baru terdeteksi, Senin (25/4/2022). 

TRIBUNNEWS.COM - Ibu Kota China, Beijing memulai tes untuk mendeteksi virus Corona (Covid-19) yang melibatkan lebih dari 3 juta orang, Senin (25/4/2022).

Beijing juga membatasi penduduk di satu bagian kota untuk tetap di kompleks mereka.

Aturan tersebut merupakan upaya pihak berwenang yang ingin mencegah penyebaran virus lebih lanjut dan mencapai target zero-Covid China.

Adapun 29 kasus baru telah dideteksi di Beijing dalam 24 jam sampai pukul 4 sore waktu setempat pada Senin (25/4/2022), sehingga totalnya menjadi 70 kasus sejak Jumat.

Beijing telah memerintahkan tes massal di distrik Chaoyang yang luas, di mana 46 kasus telah ditemukan.

Baca juga: Covid di China: Lockdown diperketat di Shanghai, pintu dipasang alarm, apa yang terjadi di sana?

Baca juga: Kementerian Kesehatan: Pengendalian Covid-19 Indonesia Lebih Baik Dibanding Malaysia dan Singapura

Sebanyak 3,5 juta penduduk Chaoyang, serta orang-orang yang bekerja di distrik itu, perlu dites pada Senin, Rabu, dan Jumat.

Tempat tes Covid-19 didirikan pada malam dan pagi hari di kompleks perumahan dan gedung perkantoran di sekitar distrik.

"Saya pikir Beijing akan baik-baik saja," kata Gao Haiyang sambil menunggu antrean untuk tes Covid-19.

Beberapa penduduk mulai bekerja dari rumah dan banyak yang menimbun makanan karena khawatir pemerintah akan memberlakukan lockdown dan situasi menjadi seperti di Shanghai.

Antrean panjang terlihat di supermarket di pusat Beijing.

Pembeli mengambil beras, mi, sayuran, dan makanan lainnya, sementara pekerja toko buru-buru mengisi kembali beberapa rak kosong.

Media pemerintah mengeluarkan laporan yang mengatakan pasokan tetap berlimpah meskipun ada lonjakan pembelian.

Pembeli tampak khawatir tetapi belum panik.

Seorang wanita yang membawa dua kantong sayuran, telur, dan pangsit beku, mengatakan bahwa dia membeli sedikit lebih banyak dari biasanya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved