Minggu, 31 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Bantah Deklarasikan Perang di Ukraina pada 9 Mei: Omong Kosong

Juru bicara kepresidenan Rusia menyebut bahwa laporan perang dengan Ukraina pada 9 Mei merupakan "omong kosong".

Tayang:
RT.COM
Juru bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov. Peskov menyebut laporan deklarasi perang Rusia di Ukraina pada 9 Mei adalah omong kosong. 

TRIBUNNEWS.COM - Spekulasi tentang Rusia yang akan mendeklarasikan perang pada 9 Mei di Ukraina telah bergulir.

Seorang juru bicara kepresidenan Rusia menyebut bahwa laporan mengenai deklarasi perang dengan Ukraina pada 9 Mei tersebut merupakan "omong kosong", Rabu (4/5/2022).

Tanggal 9 Mei dikenal sebagai Hari Kemenangan di Rusia untuk menghormati kekalahan Nazi pada tahun 1945.

Ketika ditanya tentang kemungkinan Moskow segera menetapkan invasi sebagai perang, sekretaris pers Kremlin, Dmitry Peskov, mengeluarkan penolakan kategoris, menurut The Washington Post, mengutip The Hill.

"Tidak. Kami sudah menjawab pertanyaan ini. Tidak, ini omong kosong,” katanya kepada wartawan.

“Mereka mengubah posisi mereka setiap hari,” tambah Peskov tentang Ukraina.

“Ini tidak menginspirasi kepercayaan bahwa proses negosiasi ini entah bagaimana bisa berakhir dengan sukses.”

Baca juga: Rusia Buka Koridor Kemanusiaan di Mariupol Selama Tiga Hari

Baca juga: Intelijen AS Disebut Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia

Peskov juga mengatakan bahwa tidak ada peluang untuk deklarasi perang pada 9 Mei, menurut catatan Reuters.

Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri, Ned Price, membahas spekulasi tersebut pada konferensi pers pada hari Senin (2/5/2022).

“Saya telah melihat spekulasi bahwa Rusia mungkin secara resmi menyatakan perang. Saya kira saya akan menambahkan bahwa itu akan menjadi ironi besar jika Moskow menggunakan kesempatan Hari Kemenangan untuk menyatakan perang,” kata Price.

Beberapa pihak menyoroti bahwa Putin memiliki kecenderungan untuk menggunakan simbolisme, termasuk meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, yang merupakan sehari setelah Hari Pembela Tanah Air, CNN mencatat.

Di Ukraina, Presiden Volodymyr Zelensky telah memberlakukan darurat militer di negaranya, meskipun ia belum secara resmi menyatakan perang terhadap Rusia.

Baca juga: Rusia akan Hentikan Pertempuran di Pabrik Baja Azovstal untuk Evakuasi Warga Sipil Selama 3 Hari

Baca juga: Uni Eropa Ajukan Boikot Impor dari Rusia, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak

Arti 9 Mei

Tanggal 9 Mei dikenal sebagai Victory Day atau Hari Kemenangan di Rusia, memperingati kekalahan negara itu dari Nazi pada 1945.

Hari itu ditandai dengan parade militer di Moskow, dan para pemimpin Rusia berdiri di makam Vladimir Lenin di Lapangan Merah untuk mengamatinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved