Sabtu, 11 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Jadi Umpan Meriam, Medan Perang Ukraina Mimpi Buruk Petempur Asing

Para komandan militer Ukraina mengeluh tentang mereka, karena mereka tidak berguna membantu pertempuran.

Penulis: Setya Krisna Sumarga
Telegram/ChinaArmy
Foto yang diedarkan kanal Telegram ChinaArmy ini diberi keterangan Jenderal Eric Olson (lingkaran merah) menyerah dari kubu Azovstal Mariupol ke pasukan Rusia. Belum ada keterangan resmi pihak Rusia maupun AS. 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW – Analis geopolitik dan kolumnis Paul Antonopoulos mengatakan, saat ini hanya petempur yang benar-benar ideolog yang masih berani bertempur di Ukraina.

Ia juga menyebut hanya orang-orang yang rasis dan ekstremis paling Russophobia yang sanggup bertahan melawan pasukan Rusia yang terlatih baik.

Ulasan ini ditulis panjang lebar oleh Paul Antonopoulos di laman analis intelijen Southfront.org, Rabu (25/5/2022).

Ia menyimpulkan berdasar situasi lapangan, kesaksian legion asing yang tertangkap atau menyerah di Ukraina.

Berikut ini artikel yang ditulis ini Antonopoulos, dialihbahasakan dengan penyesuaian tetap sesuai konteks pesan yang disampaikan penulis.

Menurut Antonopoulos, selama ini media arus utama barat membombardir public lewat narasi Ukraina yang bebas sedang berjuang melawan Rusia yang otoriter untuk mempertahankan demokrasinya.

Baca juga: Wawancara Scott Ritter: Penguasaan Azovstal Kemenangan Mengesankan Rusia

Baca juga: Curhat Komandan Batalyon Azov di Azovstal yang Terkepung Pasukan Rusia

Baca juga: Ukraina Tangkapi Para Prajuritnya di Severedonetsk yang Ancam Menyerah

Pasukan ultra-nasionalis sayap kanan Ukraina, termasuk batalyon neo-Nazi, telah dinormalisasi dan dianggap penting hingga ribuan orang asing membanjiri Ukraina untuk berperang.

Banyak dari orang asing ini tidak memiliki pelatihan dan pengalaman militer yang layak. Karenanya, mereka tidak dapat bertarung secara baik.

Para komandan militer Ukraina mengeluh tentang mereka, karena mereka tidak berguna membantu pertempuran.

Untuk alasan ini, mereka dikerahkan ke titik pertempuran terberat, termasuk Donbass, dan akibatnya mereka tak bisa bertahan lama.

Pasukan Rusia yang mereka lawan sangat professional. Pada 16 April, menurut data dari Republik Rakyat Donetsk, ada sekitar 6.800 pejuang asing dari 63 negara.

Tangkapan layar ini diperoleh dari video selebaran yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 17 Mei 2022, menunjukkan seorang anggota layanan Ukraina yang dibawa dengan tandu dikawal oleh personel militer pro-Rusia setelah meninggalkan pabrik baja Azovstal yang terkepung di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina. (Photo by Handout / Russian Defence Ministry / AFP)
Tangkapan layar ini diperoleh dari video selebaran yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 17 Mei 2022, menunjukkan seorang anggota layanan Ukraina yang dibawa dengan tandu dikawal oleh personel militer pro-Rusia setelah meninggalkan pabrik baja Azovstal yang terkepung di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina. (Photo by Handout / Russian Defence Ministry / AFP) (AFP/HANDOUT)

Seribuan Petempur Asing Tewas

Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 pejuang asing tewas dan lebih dari 900 melarikan diri dari Ukraina.

Para petempur asing itu ada 1.800 dari Polandia, masing-masing sekitar 500 dari AS, Kanada dan Rumania, masing-masing 300 dari Inggris dan Georgia, 127 dari Prancis, dan 50 dari Jerman.

Meskipun mereka sebagian besar ditempatkan di Kiev dan Kharkov, dengan markas besar koordinasi legiun internasional di Belaya Tserkov, mereka semakin banyak muncul di medan perang Donbass.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved