Konflik Rusia Vs Ukraina

Tentara Belarusia Gelar Latihan Perang, Segera Bantu Rusia Gempur Kyiv?

Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa langkah-langkah itu diambil sesuai dengan rencana pelatihan angkatan bersenjata Belarusia

Editor: Hendra Gunawan
AFP/MAXIM GUCHEK
Helikopter Mi-24 Angkatan Udara Belarusia menembak selama latihan gabungan angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia sebagai bagian dari inspeksi Pasukan Tanggapan Negara Serikat, di lapangan tembak dekat kota Osipovichi di luar Minsk pada 17 Februari 2022. (Photo by Maxim GUCHEK / BELTA / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, MINSK -- Angkatan bersenjata Belarusia telah memulai serangkaian latihan untuk mempraktikkan perdamaian ke transisi masa perang, kata Kementerian Pertahanan Ukraina pada hari Selasa.

“Dorongan utama dari latihan ini adalah untuk melaksanakan seluruh rangkaian sesi pelatihan berturut-turut yang melibatkan semua kategori personel militer, unit milier dan pusat komando, yang akan mempraktikkan langkah-langkah bersama untuk perdamaian ke transisi masa perang,” kata Kementerian Pertahanan dalam pernyataannya melalui saluran telegram dikutip dari TASS, Selasa (7/6/2022).

Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa langkah-langkah itu diambil sesuai dengan rencana pelatihan angkatan bersenjata Belarusia untuk 2021-2022.

Baca juga: Militer Ukraina: Terjadi Pertempuran Sengit Rebutkan Severodonetsk, Rusia Tembaki Perguruan Tinggi

Belarusia selama ini dikenal sebagai sekutu kuat Rusia, negeri itu juga mendapat sanksi dari Uni Eropa dan NATO diantaranya pemblokiran perdagangan senjata.

“Sesi pelatihan kesiapan tempur diadakan setelah kampanye wajib militer lainnya, ketika wajib militer telah menguasai keterampilan dasar militer,” kata Kementerian Pertahanan.

Sementara Republicworld.com memberitakan, pada hari ke-104 perang Rusia Ukraina di Eropa Timur, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengklaim bahwa Belarusia akan meningkatkan jumlah tentaranya dari 45.000 menjadi 80.000 tentara.

Menurut laporan Pravda Ukraina, Staf Umum mengatakan, “Sebagai bagian dari pembuatan pusat komando operasional selatan, jumlah personel di Angkatan Bersenjata Republik Belarus direncanakan meningkat menjadi 80.000 orang. Unit militer baru akan dilengkapi dengan peralatan militer yang saat ini disimpan."

Staf Umum Angkatan Bersenjata juga menyoroti fakta bahwa ada risiko serangan rudal dan udara dari wilayah Belarusia di front Volyn dan Polissia.

Baca juga: UPDATE Serangan Rusia ke Ukraina Hari ke-104, Berikut Ini Sejumlah Peristiwa yang Terjadi

Selain itu, militer Ukraina menuduh tentara Rusia menggunakan Pantsir, rudal permukaan-ke-udara jarak menengah dan sistem artileri anti-pesawat, sistem rudal S-400, serta pesawat tempur operasional dan taktis di sepanjang Belarus.

Penyerang juga telah memasang kompleks anti-senjata "Iskander-M", serta sistem rudal anti-pesawat C-400, menurut pembaruan tersebut.

Sebuah foto yang diambil pada 17 Februari 2022 menunjukkan pengangkut personel lapis baja (APC) Belarusia selama latihan gabungan angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia sebagai bagian dari inspeksi Pasukan Respons Negara Serikat, di lapangan tembak dekat kota Osipovichi di luar Minsk. (Photo by Maxim GUCHEK / BELTA / AFP)
Sebuah foto yang diambil pada 17 Februari 2022 menunjukkan pengangkut personel lapis baja (APC) Belarusia selama latihan gabungan angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia sebagai bagian dari inspeksi Pasukan Respons Negara Serikat, di lapangan tembak dekat kota Osipovichi di luar Minsk. (Photo by Maxim GUCHEK / BELTA / AFP) (AFP/MAXIM GUCHEK)
Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved