Iran Vs Amerika Memanas
Trump Kecewa pada NATO, Pasal 5 Kembali Dipersoalkan di Tengah Konflik Iran
Presiden AS meluapkan kekecewaannya terhadap NATO karena dinilai tidak mendukung perang melawan Iran.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan sekutu militernya NATO kembali mencuat setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengkritik aliansi tersebut.
Trump menyebut NATO tidak ada ketika dibutuhkan, terutama dalam konflik di Timur Tengah.
Dan Trump juga meragukan komitmennya di masa depan, khususnya dalam konflik melawan Iran.
Pernyataan keras itu muncul tak lama setelah pertemuan tertutup Trump dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih.
Dalam wawancaranya dengan CNN, Rutte mengakui bahwa pembicaraan berlangsung sangat jujur dan terbuka.
Serta menegaskan bahwa Trump merasa sangat kecewa, mengutip Al Mayadeen, Kamis (9/4/2026).
Namun, Rutte menolak mengonfirmasi apakah Trump berniat menarik AS dari aliansi tersebut.
Baca juga: Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Batal, Trump dan Netanyahu Jadi Biang Kerok
Ia justru menekankan banyak negara Eropa telah berkontribusi melalui penyediaan pangkalan militer, dukungan logistik, hingga pengawasan udara.
Rutte juga menyoroti dalam konteks melemahkan kemampuan nuklir dan rudal balistik Iran, saat ini hanya AS yang memiliki kapasitas penuh untuk melakukannya.
Pasal 5 NATO Disorot Trump
Di tengah polemik ini, perhatian kembali tertuju pada Pasal 5 NATO, prinsip utama yang menyatakan serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Pasal ini hanya pernah diaktifkan sekali, yakni setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.
Didirikan pada 4 April 1949 pasca , NATO awalnya beranggotakan 12 negara termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
Kini, aliansi tersebut telah berkembang menjadi 32 anggota.
Kritik Trump terhadap NATO semakin tajam setelah sekutu-sekutu Eropa tidak ikut serta dalam perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026.
Di tengah berlangsungnya negosiasi dengan Teheran.
Hal ini memicu pertanyaan besar mengenai soliditas aliansi dan masa depan kerja sama pertahanan transatlantik.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KESEHATAN-TRUMP-Gambar-tangkap-layar-di-media-sosial.jpg)