Konflik Rusia Vs Ukraina

Jerman Ketar Ketir, Cadangan Gasnya Tidak Cukup untuk Melewati Musim Dingin

Kepala badan pengatur energi Jerman mengungkap cadangan gas Jerman saat ini tidak cukup untuk melewati musim dingin tanpa pasokan dari Rusia. 

NIKOLAY DOYCHINOV / AFP
Logo raksasa energi Rusia Gazprom di salah satu pom bensin di Sofia pada tanggal 27 April 2022. Raksasa energi Rusia Gazprom mengatakan pada 27 April 2022 telah menghentikan semua pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria setelah tidak menerima pembayaran di dalam Rubel dari dua anggota Uni Eropa itu. - Kepala badan pengatur energi Jerman mengungkap cadangan gas Jerman saat ini tidak cukup untuk melewati musim dingin tanpa pasokan dari Rusia.  

TRIBUNNEWS.COM - Jerman disebut bakal kekurangan pasokan gas untuk melewati musim dingin.

Hal ini diungkap Klaus Mueller, kepala Bundesnetzagentur yang mengatur listrik dan gas negara Jerman dalam wawancaranya dengan surat kabar Bild am Sonntag, pada Minggu (17/7/2022).

Menurut laporan media Rusia TASS, Mueller mengatakan bahwa fasilitas penyimpanan gas Jerman saat ini tidak cukup penuh untuk melewati musim dingin tanpa pasokan gas dari Rusia. 

"Tangki penyimpanan gas hampir 65 persen penuh."

"Itu lebih baik dari minggu-minggu sebelumnya, tetapi masih belum cukup untuk melewati musim dingin tanpa gas Rusia," kata Mueller.

Dia juga ingat bahwa pekerjaan pemeliharaan Nord Stream dijadwalkan berakhir Kamis depan.

Baca juga: Jerman Pede Bakal Lepas Dari Ketergantungan Energi Rusia, Agustus Batubara, Desember Minyak

Baca juga: Jerman Serukan Pembatasan Harga Energi Untuk Hindari Kerusuhan Sosial

"Sekarang banyak tergantung pada apakah dan berapa banyak gas mengalir melalui pipa setelah pemeliharaan," kata presiden Badan Jaringan Federal atau Bundesnetzagentur Jerman ini.

Jika pasokan gas dari Rusia tiba-tiba terputus dalam semalam, Jerman bisa mengalami resesi besar.

Ini karena seluruh industri bergantung pada gas dan sebagian besar rumah tangga Jerman menggunakannya untuk pemanas.

Sebelumnya, para pemimpin Jerman mengakui bahwa ketergantungan akan energi kepada Rusia merupakan kesalahan.

Dilansir CBC News, Ukraina telah menawarkan pasokan alternatif kepada Jerman dan Kanada, yakni dari pipa Sudzha yang memasuki wilayah Sumy utara Ukraina dari Rusia dan mengalir ke perbatasan Ceko. 

Meskipun pertempuran sengit di sekitar Sumy, pipa itu terus membawa gas Rusia.

Pihak Ukraina mengatakan, Sudzha memiliki kapasitas yang tidak terpakai sebesar 202 juta meter kubik per hari, atau lebih dari seluruh pipa Nord Stream 1.

Namun Kanada dan Jerman menolak tawaran tersebut.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved