Konflik Rusia Vs Ukraina

Korea Utara Disebut Tawarkan 100 Ribu Pasukan untuk Bantu Rusia Melawan Ukraina

Seorang pakar militer Rusia mengungkapkan bahwa Korea Utara menawarkan 100.000 pasukan sukarelawan untuk membantu Kremlin berperang di Ukraina.

STR / KCNA VIA KNS / AFP
Gambar ini diambil pada tanggal 27 April 2022 dan dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara melalui KNS pada tanggal 29 April menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengambil bagian dalam upacara parade untuk menandai peringatan 90 tahun berdirinya Tentara Revolusioner Rakyat Korea (KPRA), di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. - Seorang pakar militer Rusia mengungkapkan bahwa Korea Utara menawarkan 100.000 pasukan sukarelawan untuk membantu Kremlin berperang di Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Korea Utara disebut menawarkan 100.000 pasukan sukarelawan kepada Rusia untuk membantu berperang di Ukraina.

Hal ini diungkap pakar militer Rusia, Igor Korotchenko di jaringan media Channel One Russia, lapor New York Post.

Menurut laporan di surat kabar itu, Korotchenko memuji pengalaman perang kontra-baterai Korea Utara.

Dilansir SCMP, pertempuran kontra-baterai yang efektif semakin penting bagi militer Rusia menyusul keputusan Amerika Serikat (AS) untuk memberikan lusinan HIMARS ke Ukraina. 

HIMARS (Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi), roket jarak jauh dan memiliki presisi tinggi itu telah membuat perbedaan besar pada upaya Ukraina melawan Rusia, jelas seorang pakar militer kepada Sinéad Baker dari Insider bulan lalu.

Korotchenko berpendapat bahwa Rusia harus menyambut pasukan Korea Utara dan keahlian kontra-baterai mereka.

Baca juga: Korea Utara Klaim Nol Covid-19 tapi Tidak Mau Sombong dan akan Pertahankan Kebijakan Anti-Epidemi

Baca juga: PLTN Ukraina Diserang Rusia, Zelensky Sebut Sebagai Teror Nuklir

"Jika Korea Utara menyatakan keinginan untuk memenuhi tugas internasionalnya untuk memerangi fasisme Ukraina, kita harus membiarkan mereka," katanya, menurut New York Post.

Militer Korea Utara adalah yang terbesar keempat di dunia.

Setidaknya ada hampir 1,3 juta personel yang aktif, menurut Dewan Hubungan Luar Negeri yang berbasis di New York.

Lebih dari 600.000 personel bertugas sebagai tentara cadangan.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved