Konflik Rusia Vs Ukraina

PLTN Ukraina Diserang Rusia, Zelensky Sebut Sebagai Teror Nuklir

Ukraina mengatakan serangan Rusia di PLTN Zaporizhzhia telah merusak tiga sensor radiasi. Zelensky menyebut serangan itu sebagai “teror nuklir Rusia".

The Verge
Kondisi PLTN Zaporizhzhia di Ukraina sebelum dibombardir tentara Rusia. - Serangan Rusia terbaru di PLTN Zaporizhzhia telah merusak tiga sensor radiasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Ukraina pada Minggu (7/8/2022) mengatakan serangan terbaru oleh Rusia telah merusak tiga sensor radiasi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.

Dilaporkan bahwa penembakan itu telah melukai seorang pekerja.

Serangan juga meningkatkan kekhawatiran akan bencana radiasi.

Diketahui, Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia adalah fasilitas nuklir terbesar di Eropa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut penyerangan yang terjadi pada Sabtu (6/8/2022) malam itu adalah “teror nuklir Rusia” yang memerlukan lebih banyak sanksi internasional, kali ini di sektor nuklir Moskow.

Ukraina mengatakan peluru Rusia menghantam kabel listrik di pembangkit tersebut pada hari Jumat.

Baca juga: UPDATE Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-166: Moskow Perkuat Posisi di Ukraina Selatan

Namun, otoritas yang ditempatkan Rusia di daerah itu mengatakan Ukraina menghantam situs itu dengan peluncur roket ganda, merusak gedung-gedung administrasi dan daerah di dekatnya.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengatakan dia khawatir dengan laporan kerusakan dan menuntut tim ahli IAEA segera diizinkan mengunjungi pabrik untuk menilai dan menjaga situs.

"Saya sangat prihatin dengan penembakan di pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, yang menggarisbawahi risiko yang sangat nyata dari bencana nuklir yang dapat mengancam kesehatan masyarakat dan lingkungan di Ukraina dan sekitarnya," kata Grossi, seperti dilansir Al Jazeera.

Pasukan memasuki kota Energodar pada Kamis (3/3/2022). Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia terbakar pada Jumat (4/3/2022) pagi.
Pasukan memasuki kota Energodar pada Kamis (3/3/2022). Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia terbakar pada Jumat (4/3/2022) pagi. (Reuters)

“Tindakan militer yang membahayakan keselamatan dan keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzya sama sekali tidak dapat diterima dan harus dihindari dengan segala cara.”

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved