Minggu, 12 April 2026

Sejarah Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 9 Agustus, Disertai dengan Contohnya

Sejarah Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 9 Agustus dan contoh masyarakat adat. Apa itu masyarakat adat?

freepik
Masyarakat Adat Bali - Berikut ini sejarah Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 9 Agustus. 

TRIBUNNEWS.COM - Hari masyarakat adat sedunia diperingati setiap 9 Agustus.

International Day of the World's Indigenous Peoples atau hari masyarakat adat sedunia merupakan bentuk penghargaan terhadap kelompok budaya setempat.

Menurut PBB, asyarakat adat sering terpinggirkan dan menghadapi diskriminasi dalam sistem hukum negara, membuat mereka semakin rentan terhadap kekerasan dan pelecehan, dikutip dari laman UN.

Banyak masyarakat adat yang menderita kemiskinan dan buta huruf.

Contoh masyarakat adat adalah suku Lakota di AS, suku Maya di Guatemala atau suku Aymara di Bolivia.

Secara lengkap, berikut ini tentang masyarakat adat.

Baca juga: 10 Link Twibbon Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2022 Juga Cara Buat dan Bagikan di Medsos

Sejarah Hari Masyarakat Adat Sedunia

Pada tanggal 23 Desember 1994, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan, dalam resolusinya 49/214, Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia harus diperingati pada tanggal 9 Agustus setiap tahun.

Tanggal tersebut menandai hari pertemuan pertama, pada tahun 1982, Kelompok Kerja PBB untuk Penduduk Asli dari Sub-Komisi untuk Promosi dan Perlindungan Hak Asasi Manusia.

Pada tahun 1990, Majelis Umum PBB memproklamirkan 1993 sebagai Tahun Internasional Masyarakat Adat Sedunia (A/RES/45/164, A/RES/47/75), dikutip dari Unesco.

Masyarakat adat dan penggiat wisata melakukan ritual resik-resik candi dalam acara Virtual Festival Gedongsongo di Komplek Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang, Rabu (11/11/2020). Pada masa pandemi covid 19 puluhan penari dan pemangku wisata adat tetap menggunakan alat pelindung tubuh untuk mencegah penularan covid19. Festival Gedongsongo digelar selama dua hari Rabu-Kamis (11-12/11/2020). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Masyarakat adat dan penggiat wisata melakukan ritual resik-resik candi dalam acara Virtual Festival Gedongsongo di Komplek Candi Gedongsongo, Bandungan, Kabupaten Semarang, Rabu (11/11/2020). Pada masa pandemi covid 19 puluhan penari dan pemangku wisata adat tetap menggunakan alat pelindung tubuh untuk mencegah penularan covid19. Festival Gedongsongo digelar selama dua hari Rabu-Kamis (11-12/11/2020). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Pada hari masyarakat adat sedunia, orang-orang dari seluruh dunia didorong untuk menyebarkan pesan PBB tentang perlindungan dan pemajuan hak-hak masyarakat adat.

Majelis memproklamirkan Dekade Internasional Masyarakat Adat Sedunia, mulai tanggal 10 Desember 1994 (resolusi 48/163).

Tujuan dari Dekade Internasional Pertama adalah untuk memperkuat kerjasama internasional untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat adat.

Masalah-masalah itu di antaranya hak asasi manusia, lingkungan, pembangunan, pendidikan dan kesehatan.
Dekade Internasional Kedua Masyarakat Adat Dunia adalah dari tahun 2005 hingga 2015.

Baca juga: Syarat Ikut Upacara HUT RI 2022 di Istana Merdeka: Swab, Vaksin Booster dan Memakai Pakaian Adat

Apa itu masyarakat adat?

Ilustrasi masyarakat adat Myanmar
Ilustrasi masyarakat adat Myanmar (UNESCO)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved