Konflik Rusia Vs Ukraina

Buntut Sanksi Barat, Rusia Makin Dekat dengan Iran, Perkuat Aliansi Lewat Gandum, Drone, dan Satelit

Sanksi internasional mendorong dua musuh Amerika, Rusia dan Iran menjalin kerja sama perdagangan dan militer yang kian mengkhawatirkan Washington.

AFP
Presiden Iran Ebrahim Raisi berpidato di Teheran, Senin (3/1/2022) untuk memeringati dua tahun pembunuhan Komandan Iran, Jenderal Qasem Soleimani di Irak dalam serangan oleh AS. - Sanksi internasional mendorong dua musuh Amerika, Rusia dan Iran menjalin kerjasama perdaganan dan militer yang kian mengkhawatirkan Washington. 

TRIBUNNEWS.COM - Hubungan bilateral Rusia dan Iran semakin erat dari sebelumnya.

Sanksi internasional mendorong dua musuh Amerika itu menjalin kerja sama perdagangan dan militer yang kian mengkhawatirkan Washington.

Dilansir Washington Post, pada Juli kemarin, Iran diketahui menjadi pembeli gandum Rusia terbesar di dunia.

Sedangkan bulan ini, Rusia meluncurkan satelit Iran ke luar angkasa dalam keberhasilan yang langka untuk program luar angkasa Teheran.

Lalu, pekan lalu, militer Iran menjadi tuan rumah latihan drone bersama dengan pasukan Rusia.

Latihan tersebut digelar saat Amerika Serikat (AS) memperingatkan Moskow sedang bersiap untuk menerima drone Iran untuk digunakan dalam perang di Ukraina.

Baca juga: UPDATE Perang Rusia Vs Ukraina: Zelensky Adakan Pertemuan Rahasia dengan Pejabat Tinggi Kyiv

Kolumnis Benoit Faucon menulis dalam kolomnya untuk WSJ bahwa kedua negara hubungan kedua negara sampai tahun ini terbebani oleh agenda yang berlawanan di Suriah.

Rusia mencari bantuan Iran untuk menebus penurunan perdagangannya

Dikutip dari TASS, Faucon percaya aliansi Rusia-Iran yang lebih dekat akan membantu kedua negara mengurangi dampak sanksi Barat dengan menemukan pasar baru untuk produk mereka dan meningkatkan kerja sama militer.

Sementara republicworld melaporkan Rusia semakin beralih ke Iran dalam upaya untuk menebus penurunan perdagangannya dengan Eropa.

Diplomat Barat percaya Rusia bermaksud menggunakan Iran sebagai pintu belakang untuk menghindari sanksi dan menjual minyak jika kesepakatan nuklir Iran diperbarui.

"Iran adalah mitra yang baik dalam upaya ini. Rusia memiliki kesulitan dan Iran memiliki kemampuan," lapor Politico, mengutip salah satu diplomat Barat. 

Perlu dicatat di sini bahwa Rusia telah beralih ke Timur Tengah, Afrika, dan Asia untuk perdagangan dan bantuan politik sejak awal perang di Ukraina.

Baca juga: Presiden Rusia, Vladimir Putin Beri Uang Bulanan Rp 2,4 Juta untuk Pengungsi Donbas dan Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) pada Jumat (17/6/2022).
Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) pada Jumat (17/6/2022). (DW.com)

Belajar keahlian Iran hadapi sanksi AS

Menurut laporan, Rusia juga memandang Iran sebagai sumber keahlian untuk beradaptasi dengan sanksi baru yang dijatuhkan oleh AS dan negara-negara barat lainnya.

Rusia ingin belajar dari keahlian Iran di bidang-bidang seperti menghindari pembatasan perbankan dan memelihara pesawat tanpa akses ke bagian barat yang tersedia secara luas.

Khususnya, Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengadakan pertemuan dengan timpalan Iran Ebrahim Raisi di Teheran pada 19 Juli 2022 kemarin.

Berita lain terkait dengan Konflik Rusia Vs Ukraina

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved