Ratu Elizabeth II Meninggal
Mengenal Operation London Bridge, Operasi setelah Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia
Berikut ini penjelasan mengenai Operation London Bridge, sebuah kata sandi yang dikeluarkan Kerajaan Inggris ketika Raja-Ratu mereka meninggal.
TRIBUNNEWS.COM - Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Kamis (8/9/2022) waktu setempat.
Ratu Elizabeth II meninggal dunia di kediamannya di Kastil Balmoral, Skotlandia.
Setelah kabar Ratu Elizabeth II meninggal dunia muncul, Pemerintah Inggris mengeluarkan Operation London Bridge.
Apa itu Operation London Bridge?
Dikutip dari The Washington Post, Operation London Bridge adalah kata sandi yang dikaitkan dengan rangkaian peristiwa yang dikoreografikan secara formal, yang akan terjadi setelah kematian Raja atau Ratu Inggris.
Rencana yang tidak terlalu rahasia ini tidak pernah dirilis secara resmi, meskipun versinya telah bocor beberapa kali selama bertahun-tahun.
Baca juga: Menlu RI Tandatangani Book of Condolence Ratu Elizabeth II di Kedutaan Besar Inggris Jakarta
Operation London Bridge dirancang untuk memastikan tidak hanya berita kematian raja atau ratu disebarkan secara bermartabat dan ingatannya diperingati, tetapi juga untuk memastikan kelanjutan tahta kerajaan sebagai kepala negara Inggris.
Menurut salah satu akun prosedur yang diterbitkan oleh Guardian setelah penyelidikan tahun 2017, berita kematian raja-ratu akan diumumkan secara pribadi oleh sekretaris pribadi ratu dengan frasa kode: "London Bridge is Down".
Hari H
Menurut laporan dari rencana tersebut, hari kematian dikenal sebagai "D-Day."
Di bawah prosedur yang diharapkan, setelah raja-ratu Inggris meninggal, penggantinya segera mengambil alih.
Hal tersebut berarti setelah Ratu Elizabeth II meninggal pada hari Kamis, putranya Pangeran Charles secara otomatis menjadi raja.
Baca juga: Prosesi Pemakaman Ratu Elizabeth II akan Berlangsung Selama 10 Hari
Nantinya, Pangeran Charles akan naik tahta dan bergelar menjadi Raja Charles III.
Bagi BBC, lembaga penyiaran yang didanai negara, prosedurnya rumit.
Berita itu diharapkan akan disampaikan dengan hati-hati, dengan cara yang muram, dengan pembawa acara mengenakan pakaian hitam untuk menghargai pentingnya apa yang telah terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/elizabeth-7986.jpg)