Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Veto Resolusi PBB yang Menolak Pencaplokan Ukraina, China dan India Pilih Abstain

Dua teman dekat Rusia, China dan India memilih abstain dalam pemungutan suara resolusi PBB untuk menentang pencaplokan Ukraina.

Spencer Platt/Getty Images/AFP
NEW YORK, NEW YORK - 05 MEI: Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dewan Keamanan menghadiri pertemuan tentang situasi yang sedang berlangsung di Ukraina pada 05 Mei 2022 di New York City. - Dua teman dekat Rusia, China dan India memilih abstain dalam pemungutan suara resolusi PBB untuk menentang pencaplokan Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menggagalkan resolusi yang mengutuk pencaplokan empat wilayah Ukraina.

Di sisi lain, dua teman dekat Moskow, China dan India memilih abstain daripada menentang resolusi untuk mengutuk tindakan Rusia terhadap Ukraina.

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield memperkenalkan resolusi untuk meminta negara-negara anggota tidak mengakui pencaplokan wilayah Ukraina dan mewajibkan Rusia menarik pasukan, lapor Al Jazeera.

Ini diungkapkan Linda pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Jumat (30/9/2022).

Presiden Rusia, Vladimir Putin baru saja meresmikan pencaplokan wilayah terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Pada Jumat lalu, ia menyatakan kekuasaan Rusia atas Kherson, Zaporizhzhia, Luhansk, dan Donetsk yang membentuk sekira 15 persen Ukraina.

Baca juga: Pemimpin Barat Bereaksi Keras Soal Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina

Resolusi yang didorong AS dan Albania, menyerukan kecaman terhadap referendum 'ilegal' yang digelar di wilayah Ukraina yang diduduki militer Kremlin dan separatis.

Para anggota Dewan PBB diminta tidak mengakui perubahan apa pun pada perbatasan Ukraina.

Resolusi itu juga meminta Rusia untuk segera menarik pasukannya dan mengakhiri invasi yang diluncurkan pada 24 Februari.

Sepuluh negara memberikan suara dukungan terhadap resolusi tersebut.

Sementara China, Gabon, India, dan Brasil abstain.

"Tidak ada satu negara pun yang memilih Rusia. Tidak satu pun," kata Thomas-Greenfield kepada wartawan setelah pertemuan itu, seraya menambahkan bahwa abstain "jelas bukan pembelaan Rusia".

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, berpendapat bahwa wilayah Ukraina yang dicaplok memang memilih bergabung dengan Federasi Rusia.

"Tidak akan ada jalan untuk mundur karena rancangan resolusi hari ini akan mencoba memaksakan," kata Nebenzia dalam pertemuan itu.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia meninggalkan tempat setelah kesimpulan dari pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York City pada 5 April 2022.
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia meninggalkan tempat setelah kesimpulan dari pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York City pada 5 April 2022.  - Dua teman dekat Rusia, China dan India memilih abstain dalam pemungutan suara resolusi PBB untuk menentang pencaplokan Ukraina. (TIMOTHY A. CLARY / AFP)
Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved