Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin Tuduh Ukraina jadi Dalang di Balik Meledaknya Jembatan Krimea
Presiden Rusia, Vladimir Putin menuduh Ukraina sebagai dalang di balik meledaknya Jembatan Krimea yang terjadi pada Sabtu (8/10/2022).
Lalu lintas di jalan utama dan jembatan rel yang menghubungkan Rusia dengan Krimea, kembali dibuka.
Meski begitu, penyelidikan terkait ledakan jembatan di Krimea ini terus dilakukan untuk mencari siapa yang berada di balik serangan itu.
Baca juga: Uni Eropa Siap Berikan Sanksi Baru Terhadap Rusia yang Menargetkan Pasar Kripto
Jembatan, yang dilihat sebagai simbol pencaplokan Semenanjung Krimea oleh Kremlin pada 2014, adalah rute pasokan vital bagi pasukan Rusia.
Putin pada hari Sabtu memutuskan keamanan yang lebih ketat untuk jembatan dan infrastruktur yang memasok listrik dan gas alam ke Krimea, dan memerintahkan penyelidikan.
Ledakan Jembatan Kerch terjadi sehari setelah ulang tahun ke-70 Putin dan bertepatan dengan penunjukan Jenderal Sergey Surovikin untuk memimpin perang di Ukraina.
Dikutip dari Al Jazeera, Wakil Perdana Menteri Rusia, Marat Khusnullin mengatakan kepada wartawan bahwa "lalu lintas telah sepenuhnya pulih".
Khusnullin telah mengkonfirmasi bahwa pembukaan kembali adalah untuk "lalu lintas barang dan penumpang".
Baca juga: Salvo Rudal Rusia Hantam Kota Zaporizhzhia di Ukraina, Tewaskan Belasan Orang
Sementara untuk jalur yang hancur akibat ledakan, kata Khusnullin, akan dipulihkan "dalam waktu dekat".
Pejabat setempat mengatakan pada hari sebelumnya bahwa jembatan telah dibuka kembali untuk lalu lintas kendaraan bermotor, dengan kendaraan yang menjalani pemeriksaan ketat.
Sementara operator kereta api Grand Service Express mengatakan, kereta pertama telah meninggalkan semenanjung menuju Moskow dan St Petersburg.
(Tribunnews.com/Whiesa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/presiden-rusia-vladimir-putin-hadir-dalam-st-petersburg-international-economic-forum-spief.jpg)