Virus Corona

Pakar Penyakit Menular Asal Amerika Serikat Desak China Tingkatkan Vaksinasi pada Lansia

Pembatasan aktivitas hanya dapat dibenarkan sebagai tindakan sementara untuk menjaga kesehatan masyarakat.

NOEL CELIS / AFP
Para pengunjuk rasa berbaris di sepanjang jalan selama unjuk rasa untuk para korban kebakaran mematikan serta protes terhadap pembatasan Covid-19 China yang keras di Beijing pada 28 November 2022. Kebakaran mematikan pada 24 November 2022 di Urumqi, ibu kota barat laut Wilayah Xinjiang China, telah menjadi katalis baru kemarahan publik, dengan banyak yang menyalahkan penguncian Covid karena menghambat upaya penyelamatan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci, mengkritik penguncian ketat Covid-19 di China dan mendesak Pemerintah Beijing untuk segera memvaksinasi lansia.

"Vaksinasi lansia di China belum dilakukan dengan baik dan vaksin yang mereka miliki bukanlah vaksin yang sangat efektif," kata Fauci kepada The Washington Post.

Dia menambahkan bahwa penguncian hanya dapat dibenarkan sebagai tindakan sementara untuk menjaga kesehatan masyarakat dan membuat masyarakat lebih aman saat kebijakan dilonggarkan kembali.

Baca juga: China Longgarkan Pembatasan Covid-19, Aktivitas Jual-Beli dan Sekolah Kembali Berdenyut

Di samping itu, pria yang pernah menjadi penasihat medis dari tujuh presiden AS itu juga menekankan pentingnya mendapatkan vaksin penguat (booster).

“Saya mendorong semua orang untuk segera melakukan vaksinasi penguat untuk mencegah wabah semakin menyebar,” kata Fauci, melansir CNBC.

Seperti diketahui, aksi protes yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengguncang beberapa kota di China pada akhir pekan kemarin menyusul penguncian ketat Covid-19 yang merupakan kebijakan khas presiden China Xi Jinping.

Adapun, Fauci menyebut vaksin yang selama ini dikembangkan oleh China yakni CoronaVac kurang efektif dibandingkan vaksin yang dikembangkan oleh negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat.

“Kemanjuran vaksin buatan China tidak setingkat dengan vaksin yang telah digunakan di Amerika Serikat, khususnya vaksin mRNA dari Moderna dan Pfizer,” kata Fauci.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Lancet Infectious Diseases, ilmuwan Hong Kong mengemukakan bahwa dua dosis CoronaVac sekitar 58 persen efektif untuk mencegah penyakit parah atau kematian pada orang berusia 80 tahun ke atas selama gelombang omicron BA.2 dari Desember 2021 hingga Maret 2022.

Sebagai perbandingan, dua dosis vaksin Pfizer 87 persen efektif mencegah penyakit parah atau kematian pada kelompok usia ini.

Sementara itu, pejabat China pada Selasa (29/11/2022) mengatakan sekitar 66 persen orang dewasa di atas usia 80 tahun telah menerima suntikan penguat, naik dari 40 persen pada 11 November 2022.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved