Natal dan Tahun Baru 2022

Kue Natal yang Lebih Mahal Saat Musim Liburan Jadi Simbol Tingginya Inflasi di Jepang

Kue Natal yang memiliki harga lebih mahal merupakan pukulan inflasi terbaru di Jepang. Harga rata-rata kue meningkat sekitar 5 persen sejak tahun lalu

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Tribun Manado/ Alexander Pattyranie
Ilustrasi kue natal. Kue Natal yang memiliki harga lebih mahal merupakan pukulan inflasi terbaru di Jepang. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kue Natal yang memiliki harga lebih mahal merupakan pukulan inflasi terbaru di Jepang.

Menurut laporan Teikoku Databank yang diterbitkan Selasa lalu, harga rata-rata kue pada musim liburan telah meningkat sekitar 5 persen sejak tahun lalu menjadi 4.040 yen atau setara 30 dolar Amerika Serikat (AS).

Kue yang lebih mahal adalah simbol tren inflasi tahun ini, hal ini mengacu pada bahan-bahannya.

"Tepung dan susu misalnya, masing-masing naik 52 persen dan 11 persen, gula juga mengalami peningkatan 8 persen," kata laporan itu.

Dikutip dari laman The Japan Times, Kamis (8/12/2022), tahun ini, penurunan yen yang bersejarah, harga komoditas yang lebih tinggi, serta didorong pula oleh perang di Ukraina telah menaikkan biaya impor, mendorong naiknya harga berbagai macam barang di Jepang.

Baca juga: Ruben Onsu Dapat Kejuta, Banyak Fans Titip Kado dan Kue Natal untuk Betrand Peto

Label harga untuk kotak makanan dan kemasan makanan, serta tagihan gas dan listrik pun turut mengalami lonjakan.

Fenomena ini tentunya membuat pusing para pembuat manisan.

"Sepertinya akan ada tarik menarik antara konsumen dan perusahaan mengenai harga kue untuk acara khusus yang dirayakan sekali dalam setahun ini," jelas laporan itu.

Teikoku Databank mengatakan bahwa lebih dari 20.000 bahan makanan telah naik harganya pada tahun ini.

Baca juga: 7 Inspirasi Kue Natal: Simak Resep dan Cara Membuat Kue Semprit hingga Christmas Cup Cake

Ini merupakan sebuah perkembangan yang tercermin dalam angka inflasi nasional, yang mencapai level tertinggi dalam empat dekade pada Oktober lalu.

Perusahaan data memperkirakan bahwa inflasi akan berlanjut tahun depan, dengan lebih dari 4.000 bahan makanan dijadwalkan akan mengalami kenaikan harga.

Untuk meredakan pukulan harga konsumsi yang lebih tinggi, Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengumpulkan paket stimulus ekonomi.

Stimulus ini mencakup bantuan untuk mengurangi biaya energi dan pemberian uang tunai terkait pengasuhan anak, meskipun tidak semua tindakan bantuan akan tiba tepat waktu untuk momen Natal.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved