Politik Global

Militer Jerman Siapkan Skenario Hadapi Perang Lawan Rusia

Kementerian Pertahanan Jerman merancang strategi peningkatan kapasitas militer Bundeswehr guna menghadapi perang lawan Rusia.

cdni.rt.com
Angela Merkel dan Angkatan Bersenjata Jerman, Bundeswehr 

TRIBUNNEWS.COM, BEOGRAD – Kolumnis dan ahli geopolitik Drago Bosnic menganalisis rencana politik militer Jerman, yang ternyata telah menyiapkan diri hadapi perang melawan Rusia.

Dipublikasikan di situs analisis intelijen Southfront.org, Jumat (9/12/2022), fakta itu merujuk dokumen yang disusun Kementerian Pertahanan Jerman.

Bocoran dokumen yang disusun Kepala Staf Pertahanan Jerman, Jenderal Eberhard Zorn, diterbitkan majalah terkemuka Jerman, Der Spiegel pada 14 November 2022.

Der Spiegel menerbitkan laporan yang menunjukkan Bundeswehr sedang mempersiapkan perang dengan Rusia.

Draf rahasia berjudul “Pedoman Operasional Angkatan Bersenjata” itu ditulis Kepala Staf Pertahanan Jerman, Jenderal Eberhard Zorn.

Itu ditulis pada akhir September dan menurut Jenderal Zorn, serangan terhadap Jerman berpotensi terjadi tanpa peringatan dan dapat menyebabkan kerusakan serius, bahkan eksistensial.

Oleh karena itu, kemampuan pertahanan Bundeswehr sangat penting untuk kelangsungan hidup negaranya.

Kepala Staf Pertahanan Jerman menekankan perlunya mega-reformasi Bundeswehr.

Baca juga: Eropa dan Rusia Rayakan Stabilitas Politik Jerman Pascapemilu Legislatif

Baca juga: Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov: NATO Adalah Ancaman Serius Bagi Rusia

Baca juga: Sempat Menolak Kirim Senjata, Jerman Kini Setuju Berikan Tank Anti-Pesawat Gepard ke Ukraina

Selama kurang lebih 30 tahun, fokus yang ditempatkan pada misi di luar negeri, tidak lagi sesuai dengan situasi saat ini, dengan kemungkinan konsekuensi yang membahayakan sistem.

Sebaliknya, Jenderal Zorn menganggap penting bagi Jerman untuk fokus pada pertahanan Aliansi Atlantik Aliansi.

Aliansi itu akan memberikan pencegahan yang kredibel, untuk mendominasi rencana aksi militer Jerman.

Bundeswehr menurut Zorn, harus mempersenjatai diri untuk perang paksa, karena potensi konfrontasi di sayap timur NATO sekali lagi menjadi lebih mungkin terjadi.

Rancangan tersebut dengan jelas mengidentifikasi Rusia sebagai ancaman langsung. Namun penilaian itu tidak masuk akal, karena Rusia kini berjarak lebih dari 1.500 km dari Jerman.

Ada Belarusia, Polandia, dan Ukraina berada di antara kedua negara. Situasinya saat ini terbalik dibandingkan dulu ketika Uni Soviet memiliki sekitar setengah juta tentara di Jerman Timur.

Halaman
123
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved