Menlu Blinken Tunda Kunjungan ke Beijing Setelah Terdeteksi Balon Mata-mata China di Langit AS
Menlu AS Antony Blinken dilaporkan telah menangguhkan perjalanannya ke China setelah terdeteksi balon mata-mata diduga milik China di atas langit AS.
"Ini adalah pesawat sipil yang digunakan untuk penelitian, terutama tujuan meteorologi. Dipengaruhi oleh Westerlies dan dengan kemampuan self-steering yang terbatas, pesawat menyimpang jauh dari jalur yang direncanakan," kata seorang pejabat kementerian tersebut.
Pihak China, kata dia, menyesali masuknya pesawat yang 'tidak disengaja' itu ke wilayah udara AS karena force majeure.
"Pihak China akan terus berkomunikasi dengan AS dan menangani dengan baik situasi tak terduga yang disebabkan oleh force majeure ini," jelas kementerian itu.
Pentagon mengatakan balon itu melayang sekitar 60.000 kaki atau 11,3 mil di atas permukaan dan tidak mengandung bahan radioaktif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menteri-luar-negeri-as-antony-blinken-berbicara-kepada-pers-tentang-perang-di-ukraina.jpg)