Sabtu, 30 Mei 2026

Ketika perusahaan judi mendominasi sponsor klub Liga Premier Inggris

Semakin banyak kaus tim sepak bola Liga Premier Inggris yang disponsori oleh perusahaan judi dibandingkan dengan jenis perusahaan…

Tayang:

Zarb-Cousin mengatakan karena mereka tidak perlu mendaftarkan diri untuk lisensi penuh, mereka bisa memboncengi lisensi milik operator. Sehingga mereka juga tidak perlu memenuhi kriteria penuh yang biasa diwajibkan oleh Komisi Perjudian bagi perusahaan-perusahaan yang ingin memiliki lisensi.

“Dan ini artinya mereka bisa mengakses pasar Asia, di mana judi online dan iklan perjudian itu ilegal. Orang-orang kemudian mengenal merek-merek tersebut dan akan mencarinya setelah menonton TV," tambahnya.

Seorang juru bicara Komisi Perjudian menyatakan kepada BBC: “Perjanjian merek putih, dan periklanan ajang olahraga, sedang dipertimbangkan sebagai bagian dari Kajian Pemerintah atas Peraturan Perjudian 2005.

“Kami menyatakan dengan sangat jelas bahwa tanggung jawab untuk kooperasi berada di tangan pemegang lisensi dan tidak bisa diberikan ke pihak mana pun.

“Kegagalan untuk mempertahankan kendali atas pihak-pihak ketiga dapat menimbulkan Tindakan, termasuk penangguhan atau pencabutan izin operasi.”

Baca juga:

Mengapa pasar Asia menjadi sasaran?

Jonathan Sullivan, seorang spesialis urusan China dari Universitas Nottingham, menjelaskan bahwa perjudian sudah menjadi ilegal di negara tersebut sejak berdirinya Republik Rakyat China (RRC) pada 1949.

“Partai Komunis China memandangnya sebagai praktik buruk kapitalis yang tidak memiliki nilai sosial dan berpotensi melemahkan tenaga kerja,” kata dia kepada BBC.

Namun, menurut Sullivan, China sudah berkembang menjadi pasar ekonomi sosialis dengan karakteristik China”. Sehingga, beberapa lubang mulai muncul, salah satunya dengan pembangunan kasino di daerah Makau (yang kini dikenal sebagai Las Vegas versi Asia) dan lotre negara.

“Taruhan pertandingan olahraga tetap tergolong ilegal di RRC, itulah mengapa banyak perusahaan taruhan asing mulai menargetkan calon penjudi dari China yang bermunculan. Karena permintaannya besar,” tambah Sullivan.

“Taruhan olahraga untuk Liga Premier Inggris sudah menjadi sangat populer.”

Gabungan penonton Liga Premier secara global diperkirakan dapat mencapai miliaran, dengan China sebagai negara dengan jumlah penonton terbanyak.

Sullivan menyatakan pertandingan biasanya disiarkan secara gratis oleh stasiun TV di China, dengan banyak peliputan dan peminat.

Tentunya, jutaan penonton melihat logo-logo sponsor pada kaus pemain. Beberapa pun di antara mereka memiliki tulisan bahasa China yang tertera, serta kumpulan iklan dengan logo perusahaan judi.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved