Minggu, 31 Mei 2026

Ketika perusahaan judi mendominasi sponsor klub Liga Premier Inggris

Semakin banyak kaus tim sepak bola Liga Premier Inggris yang disponsori oleh perusahaan judi dibandingkan dengan jenis perusahaan…

Tayang:

Baca juga:

“Meskipun itu sebenarnya ilegal dan sangat disensor, warga China bisa mengakses situs-situs itu menggunakan virtual private network (VPN).

“Perusahaan-perusahaan ini tidak bisa berbasis di China, sehingga beberapa basisnya di negara lain seperti Filipina.

Mereka perlu menembus pasar agar dapat menjangkau calon konsumen dari China dan mengiklankan perjudian itu ilegal maka mereka perlu mencari cara alternatif dan cara apa yang lebih baik daripada mengiklankan kaus yang dikenakan tim saat mereka bermain?"

Semua demi uang

Aston Villa mengumumkan pada Januari bahwa mereka telah menyetujui kesepakatan dengan perusahaan judi online dari Malaysia, yakni BK8, sebagai sponsor baru yang akan muncul pada kaus mereka untuk musim 23/24.

Kesepakatan ini menuai reaksi negatif dari para penggemar.

Perusahaan itu sebelumnya telah menandatangani kesepakatan sponsorship dengan Norwich City pada tahun 2021, namun perjanjian itu segera dibatalkan setelah iklan online berisi konten eksplisit seksual BK8 muncul.

Namun, Grup Konsultasi Penggemar Aston Villa bertemu dengan jajaran dewan pengurus tetapi mengumumkan kesepakatan sponsor akan dilanjutkan karena klub membutuhkan uang.

Dalam sebuah pernyataan, mereka mengatakan: "Realitas komersialnya, bahwa untuk tim di luar enam besar, sponsor tersebut menawarkan klub dua kali lebih banyak daripada perusahaan non-judi."

Saat ini, tak ada satu pun dari tim sepak bola Liga Premier ‘Enam Besar’ – yakni Arsenal, Chelsea, Manchester City, Manchester United, Liverpool atau Tottenham Hotspur – memiliki logo perusahaan taruhan pada kaus tim mereka.

Walau begitu, mereka semua memiliki mitra taruhan. Artinya, penonton dari Asia tetap bisa melihat iklan yang disponsori perusahaan perjudian pada papan-papan stadion.

Perusahaan data konsumen Statista memperkirakan selama musim 19/20, dana dari sponsor kaus pada Liga Premier berjumlah hampir £350 juta (Rp6,53 miliar)

Zarb-Cousin mengatakan pandangan bahwa perusahaan perjudian bagaikan sapi perah yang menguntungkan adalah "cara yang sangat picik untuk melihat semua ini".

"Liga Premier digunakan untuk memfasilitasi perjudian ilegal di negara di mana perjudian itu ilegal - itu masalah merek globalnya," katanya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved