Kamis, 7 Mei 2026

Evolusi kelinci sebagai simbol - dari lambang kesuburan hingga Kelinci Paskah

Dari nafsu seks sampai Bugs Bunny – kelinci telah dimaknai berbeda-beda sepanjang sejarah, dalam cerita rakyat dan simbolisme seni. Tapi bagaimana

Tayang:

Umat Kristen merayakan Paskah, hari kebangkitan Yesus Kristus setelah penyalibannya pada Jumat Agung. Di sejumlah negara, simbol perayaan Paskah adalah makhluk bertelinga panjang, bergigi tonggos, dan membagi-bagikan telur. Dari mana sebenarnya tradisi Kelinci Paskah berasal?

Mencari jawabannya tidak semudah kelihatannya.

Pencarian jawaban akan membawa kita masuk ke beberapa lubang kelinci, seperti Alice dalam perjalanannya menuju Negeri Ajaib.

Tiga tema seputar kelinci bisa ditemukan di berbagai mitologi dan agama global: kelinci yang dianggap suci, hubungan mistis mereka dengan bulan, dan kaitannya dengan fertilitas.

Pencarian jawaban ini akan mencakup kelinci (rabbit) maupun terwelu (hare). Ketika meneliti cerita rakyat dan sejarah seni, kadang-kadang sulit memisahkan keduanya.

Mereka sama-sama bagian dari ordo taksonomi Legomorpha, dan famili Leporidae, dan seringkali diperlakukan secara sama oleh berbagai agama, fabel, dan budaya visual.

Apakah kelinci dikaitkan dengan Paskah karena mereka sering dianggap suci?

Terwelu dihormati dalam mitologi Keltik, dan digambarkan sebagai penipu licik dalam mitos beberapa suku asli Amerika termasuk Michabo dan Manabush.

Dongeng serupa dapat ditemukan di fabel-fabel Afrika Tengah dan tokoh Br’er Rabbit, si jagoan paling cerdik.

Sulit untuk menyangkal bahwa tokoh-tokoh kelinci dalam kartun – termasuk Bugs Bunny – juga mengikuti tradisi kuno yang memandang hewan ini sebagai cerdik dan licik.

Menurut cerita rakyat di Britania Raya, penyihir dapat berubah menjadi kelinci dan terwelu. Dalam banyak budaya, mereka dilihat sebagai tanda keberuntungan maupun kesialan.

Terwelu mampu berlari dengan cepat dan lincah, yang mungkin menciptakan persepsi umum bahwa mereka adalah makhluk yang lihai atau misterius.

Hal yang mendukung pandangan ini adalah fenomena transnasional simbol “tiga terwelu”.

Simbol itu menunjukkan tiga terwelu yang berlari dalam formasi lingkaran, dengan telinga mereka saling bersentuhan untuk membentuk segitiga.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved