Kamis, 16 April 2026
Deutsche Welle

Penembakan Massal di Alabama: Empat Orang Tewas, Puluhan Terluka

Setidaknya empat orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka dalam insiden penembakan di sebuah sanggar tari. Presiden AS Joe Biden…

TRIBUNNEWS.COM - Insiden penembakan kembali terjadi di Amerika Serikat, tepatnya di Dadeville, Alabama, pada Sabtu (15/4/2023) malam waktu setempat atau Minggu (16/4/2023).

Penembakan yang terjadi di sebuah acara ulang tahun ini menewaskan empat orang.

Sementara itu, lebih dari 28 orang terluka, beberapa di antaranya mengalami luka kritis.

Namun, pihak yang berwenang masih belum memberikan informasi terkait motif penembakan maupun keterangan mengenai pelaku yang terbunuh atau ditangkap.

"Kami akan terus bekerja secara metodis untuk mendalami kejadian ini, guna menggali fakta dan memastikan keadilan ditegakkan untuk keluarga korban," kata Jeremy Burkett, juru bicara Badan Penegakan Hukum Alabama.

Kepala Kepolisian Dadeville, Jonathan L. Floyd, meminta agar semua pihak bersabar.

"Hal yang telah kita alami ini tak boleh dialami oleh kelompok mana pun."

"Ini akan jadi proses yang panjang, tapi saya benar-benar meminta doa Anda," katanya.

Pendeta senior di Gereja First Baptist Dadeville, Ben Hayes menyebut, penembakan terjadi dalam sebuah acara pesta ulang tahun dan kebanyakan korbannya merupakan anak remaja.

"Dadeville merupakan kota kecil dan hal ini bakal memengaruhi semua orang yang ada di sini," ujar dia.

Kepada stasiun TV WRBL, sejumlah saksi menyebut penembakan itu terjadi di sebuah sanggar tari saat pesta ulang tahun tengah berlangsung.

Seorang yang korban tewas adalah bintang sepak bola Amerika yang direncanakan bakal bermain untuk perguruan tinggi.

Dia tengah merayakan ulang tahun "Sweet 16" saudara perempuannya.

Seorang senior di Sekolah Menengah Dadeville, Philstavious "Phil" Dowdell, yang telah diterima di Universitas Negeri Jacksonville ikut tewas dalam kejadian itu, kata neneknya, Annette Allen, kepada media lokal.

"Apa jadinya bangsa kita, ketika anak-anak tak lagi bisa menghadiri pesta ulang tahun tanpa rasa cemas?" kata Presiden AS Joe Biden, Minggu (16/04).

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved