Selasa, 14 April 2026
Deutsche Welle

Sistem Usia Tradisional Dihapuskan, Warga Korsel Jadi Lebih Muda Setahun

Metode penghitungan usia secara tradisional di Korea Selatan resmi dihapuskan. Kini, warga Korsel berusia lebih muda satu tahun.

Gagasan di balik sistem "tahun kelahiran" itu adalah untuk meringankan hirarki terkait dengan bahasa di Korea Selatan, yang memastikan bahwa setiap orang dalam satu tahun ajaran dianggap memiliki usia yang sama, sehingga dapat berbicara satu sama lain tanpa menggunakan kata sapaan bagi yang lebih tua.

"Usia itu sangat penting" dalam budaya Korea Selatan, kata antropolog Mo Hyun-joo kepada tim AFP. Menurutnya, usia mempengaruhi status sosial relatif seseorang dan menentukan gelar serta sebutan kehormatan yang harus digunakan untuk orang tersebut.

"Sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain tanpa mengetahui usia mereka," kata Mo. Warga Korsel biasanya lebih sering menggunakan istilah seperti "unni" dan "oppa", yang berarti kakak perempuan dan kakak laki-laki, dibandingkan dengan menggunakan nama dalam percakapan sehari-hari, tambahnya.

"Budaya berbasis hirarki usia di Korea Selatan (mungkin) akan mulai sedikit dinetralisir seiring berjalannya waktu," ujar Mo, karena orang-orang menjadi lebih terbiasa menggunakan usia internasional di lingkungan sekolah, misalnya.

Untuk saat ini, sebagian besar warga Korea Selatan, seperti pelajar Yoon Jae-ha dari kota pelabuhan Busan, dapat menikmati perasaan menjadi seseorang yang lebih muda saat undang-undang baru ini akan mulai berlaku.

"Usia saya menyusut," kata Yoon kepada AFP. "Saya senang menjadi lebih muda karena dengan begitu ibu saya akan merawat saya lebih lama," pungkasnya.

kp/as (AFP)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved