Selasa, 2 Juni 2026

Wanita Iran Bakar Alquran di Swedia, Sebut Semua Agama Harus Dihancurkan

Bayrami Marjan, wanita Iran yang membakar Alquran di Swedia, mengatakan semua agama harus dihancurkan. Ini menyusul kecaman internasional di Swedia.

Tayang:
Twitter
Seorang wanita kelahiran Iran, Bayrami Marjan (47), membakar Alquran di Stockholm, Swedia di bawah perlindungan polisi di sebuah perapiran di pantai Angbybadet, distrik Bromma di tepi Danau Malaren pada Kamis (3/8/2023). 

Dalam beberapa minggu terakhir, 15 pemerintah telah mengeluarkan kecaman terhadap Denmark.

Denmark dan Swedia akan Cegah Pembakaran Kitab Suci

Seorang pendukung ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr memegang salinan Alquran, kitab suci Islam, saat dia dan yang lainnya berkumpul untuk melakukan protes di luar kedutaan Swedia di Baghdad pada 20 Juli 2023. Para pengunjuk rasa membakar kedutaan Swedia di ibukota Irak pada awal 20 Juli menjelang rencana pembakaran Alquran di Swedia. Otoritas Swedia menyetujui pertemuan yang akan diadakan pada 20 Juli nanti di luar kedutaan Irak di Stockholm, di mana penyelenggara berencana untuk membakar salinan Alquran serta bendera Irak.
 (Photo by Ahmad AL-RUBAYE / AFP)
Seorang pendukung ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr memegang salinan Alquran, kitab suci Islam, saat dia dan yang lainnya berkumpul untuk melakukan protes di luar kedutaan Swedia di Baghdad pada 20 Juli 2023. Para pengunjuk rasa membakar kedutaan Swedia di ibukota Irak pada awal 20 Juli menjelang rencana pembakaran Alquran di Swedia. Otoritas Swedia menyetujui pertemuan yang akan diadakan pada 20 Juli nanti di luar kedutaan Irak di Stockholm, di mana penyelenggara berencana untuk membakar salinan Alquran serta bendera Irak. (Photo by Ahmad AL-RUBAYE / AFP) (AFP/AHMAD AL-RUBAYE)

Baca juga: VIDEO Kementerian Luar Negeri Indonesia Panggil Dubes Swedia dan Denmark Terkait Pembakaran Alquran

Swedia dan Denmark mendapat kecaman internasional karena mengizinkan pembakaran Alquran.

Kondisi ini membuat kedua negara tersebut merasa terancam.

“Pembakaran sangat ofensif dan tindakan sembrono yang dilakukan oleh beberapa individu. Beberapa individu ini tidak mewakili nilai-nilai yang dibangun masyarakat Denmark,” kata Lars Lokke Rasmussen, Menteri Luar Negeri Denmark dalam sebuah pernyataan, Minggu (30/7/2023).

"Oleh karena itu, pemerintah Denmark akan menjajaki kemungkinan campur tangan dalam situasi khusus di mana misalnya negara, budaya, dan agama lain dihina, dan hal ini dapat menimbulkan konsekuensi negatif yang signifikan bagi Denmark, paling tidak berkaitan dengan keamanan," katanya.

"Kami telah memutuskan di pemerintahan, kami akan melihat bagaimana kami dapat mengakhiri ejekan terhadap negara lain, yang bertentangan langsung dengan kepentingan Denmark dan keamanan Denmark," tambahnya, dikutip dari Reuters.

Ia mengatakan, pemerintah Denmark akan menemukan "alat hukum" untuk melarang tindakan seperti itu, tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi.

Menurutnya, tindakan seperti itu bukan bertujuan untuk mengkritik namun mengejek.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Loekke Rasmussen menyampaikan pidatonya pada pembukaan Folkemoedet
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Loekke Rasmussen menyampaikan pidatonya pada pembukaan Folkemoedet "Festival Politik Rakyat" di Allinge di pulau Laut Baltik Bornholm, Denmark, pada 15 Juni 2023. Ida Marie Odgaard / Ritzau Scanpix / AFP (Ida Marie Odgaard / Ritzau Scanpix / AFP)

Baca juga: Kata Perdana Menteri Swedia Soal Pembakaran Al Quran, Singgung Keamanan Nasional

"Harus ada ruang untuk kritik agama, tapi ketika Anda berdiri di depan kedutaan asing dan membakar Alquran atau membakar gulungan Taurat di depan kedutaan Israel, itu tidak ada gunanya selain untuk mengejek" katanya.

Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson, mengatakan dia dalam "dialog erat" dengan rekannya dari Denmark selama akhir pekan.

"Kami berbagi analisis yang sama: Situasinya berbahaya dan tindakan diperlukan untuk memperkuat ketahanan kita," katanya, seperti diberitakan CNN Internasional.

Swedia dan Denmark adalah dua negara paling liberal dan sekuler di dunia.

Kebebasan berbicara diabadikan dalam konstitusi mereka.

Baik Swedia maupun Denmark tidak memiliki undang-undang penodaan agama, yang berarti menghina agama atau menodai teks-teks agama seperti Alquran bukanlah tindakan ilegal.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Swedia dan Denmark

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved