Konflik Rusia Vs Ukraina
Kanselir Jerman Beri Kode Segera Kirim Rudal Taurus ke Ukraina: Mau Rusia Cepat Selesai
Jerman memberi kode akan mengirim rudal yang ditakuti Rusia ke Ukraina, rudal Taurus yang punya daya ledak hebat dan jangkauan 500 km
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Kanselir Jerman Beri Kode Segera Kirim Rudal Taurus ke Ukraina: Mau Rusia Cepat 'Selesai'
TRIBUNNEWS.COM - Kanselir Jerman, Olaf Scholz memberi kode kalau negaranya segera mengirimkan peluru kendali (Rudal) jelajah, Taurus.
Hal itu tersirat dari pernyataan Scholz yang menyebut Jerman berencana untuk memusatkan upayanya dalam menyediakan artileri, amunisi dan sistem pertahanan udara kepada pasukan Ukraina.
"Berlin ingin senjata yang dikirimnya ke Kiev “segera efektif,” kata Olaf Scholz setelah memimpin rapat tertutup pemerintah Jerman, Rabu (30/8/2023).
Baca juga: Jerman Kirim Rudal Patriot ke Ukraina, Stok Persenjataan Barat Habis, Zelensky Akui Rusia Keras
Scholz menambahkan, sebagian besar warga Jerman mendukung kebijakan pemerintah yang telah ditimbang dengan cermat bagi Ukraina.
“Sebenarnya Jerman adalah pemasok (senjata ke Ukraina) terbesar kedua setelah AS,” kata Scholz kepada wartawan pada konferensi pers bersama yang diadakan bersama para pemimpin koalisi yang berkuasa di Jerman.
Dia lalu menyebutkan senjata-senjata yang telah dipasok Jerman ke Ukraina termasuk tank, sistem pertahanan udara seperti IRIS-T, dan Patriot buatan AS.
Kanselir Jerman menambahkan, Berlin selalu berupaya mengirimkan senjata yang dapat membuat perbedaan di medan perang.
"Jerman berencana untuk fokus pada “artileri, amunisi dan pertahanan udara,” kata Olaf Scholz ketika ditanya jenis senjata apa yang akan dikirim Jerman ke Kiev selanjutnya.
Saat ditanya apakah rudal jarak jauh Taurus ada dalam agendanya, dia tidak menyebutkan nama rudal yang dimaksud.
“Mayoritas warga… setuju dengan kebijakan Pemerintah Federal dalam membantu Kiev," kata Scholz.

Dia juga menekankan kalau hal ini terjadi karena Berlin “dengan hati-hati mempertimbangkan semua masalah” yang terkait dengan bantuan terhadap Ukraina ini.
"Setiap keputusan mengenai pemberian bantuan kepada Ukraina, sangat sulit. Kabinet kami “tidak mengambil keputusan secara mendadak namun hanya bertindak jika mereka yakin bahwa “ada sesuatu yang harus dikatakan dan dilakukan,” jelas Scholz
“Itulah alasan mengapa masih banyak dukungan terhadap kebijakan membantu Ukraina tidak hanya secara finansial tetapi juga dengan senjata,” kata sang kanselir.
Bantuan militer Berlin ke Ukraina dilaporkan sudah berulang kali dipertanyakan oleh masyarakat Jerman, dengan isu rudal jarak jauh Taurus menjadi isu terbaru yang menimbulkan polemik di publik Jerman.
Beberapa jajak pendapat yang dilakukan selama beberapa minggu terakhir menunjukkan bahwa antara 50 persen dan 66% warga Jerman menentang pengiriman Rudal Taurus hasil kerjasama Swedia-Jerman itu ke Kiev.
Sebelumnya, warga Jerman menentang pemberian tank dan jet tempur kepada Ukraina, masing-masing sebesar 45% dan 64%, menurut berbagai survei.
Scholz juga dicemooh dan dicemooh atas kebijakannya terus membantu Ukraina pada rapat umum partainya pada bulan Juni.

Profil Rudal Taurus, Jangkauan 500 Kilometer
Merujuk pada pernyataan Kanselir Jerman, Olaf Scholz, peluru kendali Taurus bisa jadi merupakan senjata 'pembeda' yang secara efektif membantu Ukraina mengalahkan Rusia.
Rudal tersebut menggunakan teknologi siluman dan memiliki jangkauan resmi lebih dari 500 kilometer.
Teknologi di rudal yang didukung oleh mesin turbofan mampu membuat peluru itu melaju dengan kecepatan Mach 0,95.
Rudal ini juga bisa dibawa oleh berbagai jenis jet tempur semacam Panavia Tornado , Eurofighter Typhoon , Saab JAS 39 Gripen , McDonnell Douglas F/A-18 Hornet , dan pesawat McDonnell Douglas F-15K Slam Eagle.
Fitur Rudal Taurus antara lain:
- Rudal stand-off yang dapat diprogram untuk target tertentu yang telah dipilih sebelumnya
- Mudah menembus pertahanan udara yang padat
- Efektif baik siang dan malam, kemampuan segala cuaca
Rudal ini mampu melakukan serangan presisi terhadap sasaran stasioner dan semi stasioner, termasuk bunker dan sasaran lain yang tersembunyi di bawah lapisan tanah.
Analis pertahanan dari Universitas Oslo Norwegia, Fabian Hoffman menyebut, karakteristik Taurus sebenarnya mirip dengan Storm Shadow.
Namun, menurut Hoffman, daya ledak Taurus bisa jauh lebih hebat ketimbang Storm Shadow.
Hoffman menyebut senjata ini dapat meledakan pilar-pilar bangunan yang diincarnya.
Pasalnya, Taurus memiliki daya ledak kedua yang memaksimalkan daya rusak.
"Ini adalah salah satu area di mana Taurus dapat memberikan keunggulan kualitatif," kata Hoffmann kepada Newsweek, dikutip Rabu (9/8/2023).
(oln/RT/NW/)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.