Jumat, 22 Mei 2026

Huawei Rilis Ponsel Baru, Ini Alasan Apple dan Amerika Serikat Khawatir

Ponsel terbaru Huawei, Mate 60 Pro, sedang menarik perhatian para pecinta teknologi di Tiongkok. AS dan Apple alami kekhawatiran.

Tayang:
Gizmochina
Huawei menjalin kemitraan dengan sejumlah pembuat mobil asal China untuk memproduksi mobil listrik Aito. Ponsel terbaru Huawei, Mate 60 Pro, sedang menarik perhatian para pecinta teknologi di Tiongkok. AS dan Apple alami kekhawatiran. 

TRIBUNNEWS.COM - Ponsel terbaru Huawei, Mate 60 Pro sedang menarik perhatian para pecinta teknologi di Tiongkok.

Namun di Amerika Serikat, perangkat baru milik Huawei ini justru memicu kekhawatiran.

Kekhawatiran tersebut bersamaan dengan penyelidikan yang dilakukan oleh Departemen Perdagangan AS terkait teknologi yang digunakan ponsel Huawei Mate 60 Pro.

Baca juga: Apple Inc. Merugi 200 Miliar Dolar AS Gara-gara Larangan Pakai iPhone Xi Jinping

Dilansir CBS News, ponsel tersebut dilengkapi prosesor canggih 7 nanometer yang dibuat oleh SMIC, pembuat prosesor terkemuka di Tiongkok.

Dengan chip tersebut, ponsel ini memiliki kekuatan dan kecepatan yang cukup untuk menyaingi iPhone milik Apple dan penjualannya meningkat pesat di Tiongkok.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengendalian ekspor AS, yang bertujuan membatasi kemampuan Huawei untuk memperoleh komponen-komponen mutakhir seperti prosesor canggih.

Hingga saat ini, pembatasan tersebut efektif melumpuhkan bisnis ponsel pintar Huawei.

"Sebelum sanksi AS, perusahaan ini sedang dalam perjalanan untuk menjadi kekuatan global," terang Capital Economics dalam sebuah laporan dikutip dari CBS News.

"Pada tahun 2018, mereka menjual lebih banyak ponsel di Eropa dibandingkan Apple."

Apple akan meluncurkan MacBook dan Mac Mini kelas atas dengan chip M3 pada 2024.
Apple akan meluncurkan MacBook dan Mac Mini kelas atas dengan chip M3 pada 2024. (Gizmochina)

Departemen Perdagangan kemudian mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki telepon baru tersebut.

"Kami sedang berupaya untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai karakter dan komposisi chip 7nm tersebut,” kata seorang pejabat Departemen Perdagangan AS.

"Mari kita perjelas: Kontrol ekspor hanyalah salah satu alat yang dimiliki pemerintah AS untuk mengatasi ancaman keamanan nasional yang ditimbulkan oleh RRT (Republik Rakyat Tiongkok)," tuturnya.

Mengenal Huawei

Huawei asal Tiongkok, salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia, didirikan pada tahun 1987 dan kini memiliki lebih dari 200 ribu karyawan dan beroperasi di 170 negara.

Perusahaan ini sebagian besar tidak dikenal oleh konsumen AS karena sulitnya membeli produk mereka di Negeri Paman Sam.

Anggota parlemen dan FBI berpendapat bahwa Huawei merupakan ancaman terhadap keamanan nasional, sementara AT&T dan Verizon berhenti mendistribusikan perangkat Huawei pada tahun 2018.

Huawei menjalin kemitraan dengan sejumlah pembuat mobil asal China untuk memproduksi mobil listrik Aito.
Huawei menjalin kemitraan dengan sejumlah pembuat mobil asal China untuk memproduksi mobil listrik Aito. (Gizmochina)

Alasan Dibatasi

Pertumbuhan pesat perusahaan Huawei disertai dengan kekhawatiran AS mengenai hubungannya dengan pemerintah Tiongkok, serta ketakutan akan spionase.

Pada tahun 2019, AS menyatakan Huawei memiliki risiko keamanan dan memberlakukan kontrol ekspor terhadap penjualan teknologi AS kepada perusahaan tersebut.

Mengenal Mate 60 Pro

Mate 60 Pro adalah ponsel terbaru di jajaran smartphone Mate Huawei.

Ponsel baru ini menunjukkan chip 7nm yang dibuat oleh SMIC, yang dianggap mewakili tonggak desain dan manufaktur buatan Tiongkok, kata TechInsights.

Huawei mulai menerima pesanan ponsel baru tersebut pada Jumat (8/9/2023) dan akan mengirimkan perangkat tersebut pada tanggal 9 Oktober 2023.

Tes kecepatan menunjukkan bahwa Mate 60 Pro mampu mengunduh lebih cepat daripada ponsel 5G terbaik yang saat ini ada di pasaran.

Ponsel ini juga memiliki dukungan satelit, layar OLED 6,82 inci, baterai 5.000mAh, dan harga mulai dari 900 dolar AS (Rp13,8 juta).

Dampak terhadap iPhone

Ponsel Huawei terbaru hadir di saat yang sensitif bagi Apple, yang diperkirakan akan meluncurkan ponsel terbarunya, iPhone 15, pada hari Selasa (12/9/2023).

Pada saat yang sama, Tiongkok adalah salah satu pasar terpenting Apple, menyumbang sekitar 20 persen pendapatannya.

Selain persaingan baru dari Huawei, Apple juga menghadapi pembatasan baru dari pemerintah Tiongkok, dengan adanya laporan bahwa pegawai pemerintah dilarang menggunakan iPhone.

Berita tentang larangan tersebut mengakibatkan saham Apple kehilangan nilai pasar sekitar 200 miliar dolar AS (Rp3,06 triliun) pekan ini.

(Tribunnews.com/Deni)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved