Banjir bandang Libia: Mayat-mayat yang tak dikenali setelah bencana melanda
Air telah membuat banyak jenazah korban banjir Libia sulit diidentifikasi, sementara angka kematian terus bertambah.
Muhammad Miftah menunjukkan kepada saya sebuah video yang dia ambil ketika permukaan air naik, air berwarna coklat mengalir masuk ke dalam rumah melalui pintu depan.
Sebuah mobil terbawa arus dan tersangkut di ruang terbuka itu, memblokirnya sama sekali.
"Saya melihat mobil-mobil hanyut dan langsung berlari," ingatnya.
"Saya pikir sudah tamat, saya akan mati. Kami dapat melihat tetangga-tetangga kami melambai-lambaikan senter. Dalam beberapa momen, cahaya itu padam, dan mereka menghilang.
"Itu yang paling menakutkan."
Seiring bantuan internasional mulai tiba dalam jumlah besar, menteri kesehatan pemerintahan Libia timur mengumumkan bahwa empat petugas penyelamat dari Yunani tewas dalam kecelakaan di tengah perjalanan menuju Derna.
Lima belas lainnya terluka. Mereka hendak bergabung dengan tim dari Prancis dan Italia yang sudah lebih dahulu berada di lapangan.
Kuwait dan Arab Saudi juga telah menerbangkan berton-ton suplai tambahan.
Langkah selanjutnya adalah memastikan bantuan-bantuan tersebut digunakan dengan benar dan adil.
Kepala Misi Dukungan Internasional PBB di Libya, Abdullah Bathily, mengatakan kepada BBC Arabic bahwa negara tersebut sekarang perlu menciptakan mekanisme transparan untuk mengelola semua bantuan internasionalnya.
Kekhawatiran itu muncul dari tantangan selama ini dalam koordinasi antara pemerintahan di Tripoli yang diakui secara internasional, dan pemerintahan di Libia timur, yang tidak diakui.
Kembali ke pusat kota Dena, ada beberapa titik terang di tengah lumpur dan puing-puing yang telah menyelimuti kota.
Di salah satu sudut jalan, ratusan pakaian berwarna-warni tergeletak berserakan dalam tumpukan.
Di seberang jalan sebuah antrean panjang terbentuk ketika ada pembagian bahan bakar pada para penyintas.
Seiring bantuan berdatangan, seorang pria tiba dan meletakkan sekotak syal penghangat di kaki seorang perempuan tua.
Si pria mengecup kening perempuan itu dengan lembut; si perempuan kemudian tersenyum dan mulai memilih satu.
Inilah potret warga bantu warga dalam salah satu momen terburuk krisis di Libia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bbc-indonesia_131114315_ab211b9a45e97df4241aa042fd2c364968b9885d.jpg.jpg)